WARTABANJAR.COM, SAMPIT – Dinas Perhubungan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah ikut terdampak pemadaman listrik dari PT PLN.

Sejumlah lampu penerangan jalan umum (PJU) dan traffic light atau pengatur arus lalu lintas, yang dikelola Dishub Kotim, rusak.

Di beberapa jalan, lampu yang semestinya padam ketika siang justru menyala.

Kemudian di sejumlah titik lain, ada lampu yang tak menyala saat malam.

Sistem pengatur waktu PJU dan lampu pengatur lalu lintas bingung dan harus disetel ulang setiap kali terjadi pemadaman.

"Pemadaman sangat berpengaruh terhadap PJU maupun traffic light kami, karena banyak yang masih menggunakan timer. Saat listrik padam berjam-jam, teknisi harus menyetting ulang seluruh pengatur waktunya," terang Kadishub Kotim Raihansyah, Selasa (28/7/2026).

Baca Juga Polres Tanah Laut Musnahkan Ratusan Gram Sabu Hasil Pengungkapan Delapan Kasus Narkotika Periode Juni-Juli 2026

Baca Juga Empat Warga HST Terjangkit Malaria, Seluruhnya Tertular Saat Bekerja di Daerah Endemis

Kendati penyetelan ulang sebenarnya tidak lama, terbatasnya teknisi dan kerapnya pemadaman membuat persoalan ini tidak bisa diatasi segera.

Pemadaman yang berulang kali dalam waktu singkat juga menyebabkan kerusakan pada sistem PJU dan lampu lalu lintas.

Hingga Selasa, Raihansyah mengatakan Dishub Kotim sudah mengganti sekitar 30 kontaktor atau sakelar otomatis PJU dan traffic light akibat pemadaman listrik.

Padamnya listrik juga kerap terjadi di Kota Palangka Raya.

Massa yang tergabung dalam Aliansi Gerakan Palangka Raya Gelap (GPG) Kalteng pun menggelar lagi unjuk rasa di Kantor PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Palangka Raya, Selasa (28/7/2026).

Peserta membawa sejumlah spanduk berisi tuntutan terhadap PLN.

Mereka mendesak General Manager (GM) PLN Unit Induk Distribusi (UID) Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah (Kalselteng) hadir langsung menemui untuk menjelaskan alasan pemadaman bergilir berbulan-bulan.

Karena tidak ditemui, pengunjuk rasa menutup pintu masuk Kantor PLN UP3 Palangka Raya. (wartabanjar.com/tamam)

Editor Restu