WARTABANJAR.COM, BARABAI– Empat warga Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) terjangkit malaria sepanjang semester pertama 2026, namun tak satu pun tertular dari daerah asalnya.

Seluruh kasus berasal dari luar daerah setelah para pasien bekerja di wilayah endemis malaria sebelum pulang ke HST.

Dinas Kesehatan (Dinkes) HST memastikan keempat pasien itu telah menjalani pengobatan sesuai standar dan kini dinyatakan sembuh.

Hingga akhir Juli, belum ditemukan penularan malaria yang terjadi di dalam wilayah Kabupaten Hulu Sungai Tengah.

Kepala Dinas Kesehatan HST, melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes HST, Mualim, mengatakan seluruh kasus yang ditemukan merupakan kasus impor.

“Empat kasus yang kami temukan sepanjang Semester I tahun ini merupakan kasus impor. Pasien terpapar malaria saat bekerja di daerah endemis, kemudian ketika kembali ke Hulu Sungai Tengah dilakukan pemeriksaan, mendapatkan pengobatan sesuai pedoman, dan seluruhnya telah dinyatakan sembuh,” kata Mualim, Selasa (28/7/2026).

Menurutnya, belum ditemukannya penularan lokal menunjukkan sistem surveilans, deteksi dini, hingga penanganan yang dilakukan Dinkes bersama seluruh puskesmas masih berjalan efektif.

Meski kondisi masih terkendali, Dinkes HST tetap meningkatkan kewaspadaan melalui pemantauan kasus, edukasi masyarakat, serta penyuluhan kepada kelompok yang berisiko, terutama warga yang akan bekerja di daerah endemis malaria.

“Kami mengimbau masyarakat yang akan bekerja di daerah endemis agar disiplin menerapkan langkah-langkah pencegahan sehingga risiko tertular malaria bisa diminimalkan,” katanya.

BACA JUGA: Kadinkes Kalsel Apresiasi 9 Kabupaten/Kota Berhasil Capai Tahap Eliminasi Malaria

BACA JUGA: Cek Kesehatan Gratis Hingga Edukasi Menarik, Stand Dinkes HST Jadi Magnet di HST Expo 2025

Mualim menjelaskan, upaya pencegahan dapat dilakukan dengan tidur menggunakan kelambu, mengenakan pakaian yang melindungi tubuh dari gigitan nyamuk pada malam hari, menggunakan obat antinyamuk bila diperlukan, serta mengonsumsi obat profilaksis malaria sesuai anjuran tenaga kesehatan sebelum, selama, dan setelah berada di daerah endemis.