WARTABANJAR.COM, SURABAYA - Penemuan jenazah perempuan di dalam mobil dinas yang berada di area parkir terminal 1 Bandara Juanda, Sidoarjo, Jatim, masih misterius.

Belum jelas penyebab meninggalnya perempuan yang ternyata adalah Sekretaris Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Dinas PRKP) Kabupaten Bangkalan, Jatim tersebut.

Selain itu, pihak keluarga mencurigai adanya sosok misterius yang bersama korban sebelum ditemukan telah meninggal dalam mobil Toyota Innova berpelat merah bernomor polisi M 1090 GP tersebut.

Menurut kuasa hukum keluarga korban berinisial RJS (50), Risang Bima Wijaya, almarhumah memang memiliki riwayat penyakit lambung akut.

"Dari keterangan suaminya, almarhumah tidak mengonsumsi obat secara rutin," katanya, Rabu (24/6/2026).

Diungkapkan Risang Bima Wijaya, saat ditemukan RSJ berada di sebelah kiri sopir dengan posisi kursi direbahkan.

Karena itu muncul dugaan RSJ tidak sendirian ke Bandara Juanda. Namun, sosok itu masih misterius.

"Memang dari hasil penyidikan sementara yang kami terima, barang-barang berharga milik korban masih utuh. Tetapi saya meyakini kemungkinan ada orang lain yang sempat berada di dalam mobil tersebut. Namun itu tentu harus dibuktikan oleh penyidik," katanya.

Menurut Risang, hasil autopsi akan menjadi salah satu kunci untuk mengungkap penyebab pasti kematian korban.

Baca Juga: Video Syur Mahasiswi Banjarmasin Terancam Disebar, Lapor ke Virtual Police Polda Kalteng

Baca Juga: Pelarian Penyekap Sadis Berakhir, Taufik Hidayat Ditangkap dengan Penampilan Berubah

Ia juga membanbtah beredarnya kabar yang menyebut RSJ dalam kondisi hamil saat ditemukan meninggal dalam mobil di area parkir Bandara Juanda.

Risang menegaskan dugaan itu mungkin muncul karena tubuh almarhumah gemuk.

Diungkapkan, selama ini RSJ tinggal bersama anaknya yang telah dewasa di perumahan dekat kompleks Pemkab Bangkalan, dekat tempatnya bekerja.

Sementara sang suami menempati rumah di Kecamatan Tanjung Bumi, Bangkalan, yang berbatasan dengan Kabupaten Sampang.

RSJ terakhir bertemu suaminya pada 4 Juni 2026.

"Sejauh yang diketahui keluarga, tidak ada konflik rumah tangga maupun masalah lainnya," ujarnya.

Pada Kamis (18/6), almarhumah berangkat bekerja seperti biasa.