Nekat Merekam Dalaman Rok SPG, Guru "Piktor" Jadi Tersangka Pelecehan
WARTABANJAR.COM, SOLO - Seorang guru PPPK (pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja) harus mengalami nasib mengenaskan, menjadi tersangka kasus dugaan pelecehan seksual.
Penyebabnya, guru yang seharusnya memberi contoh yang baik untuk anak didik dan orang lain memiliki "piktor" alias pikiran kotor.
Guru berinisial BSN (34) ini harus menjalani proses hukum karena melakukan pelecehan terhadap seorang SPG (sales promotion girl).
Ia merekam "dalaman" rok SPG yang bekerja di Swalayan Sami Luwes, Solo, Jateng.
“Menurut pengakuan tersangka, hal itu dilakukan karena sering melihat film blue dan konten memvideo rok yang dipakai perempuan di bawah halte, di Twitter. Kemudian dia memiliki dorongan untuk meniru konten tersebut,” ungkap Kasatres PPA/PPO Polresta Solo Kompol Ratna Karlinasari, Rabu (24/6/2026).
Kepada polisi, BSN mengaku baru sekali itu melakukan aksinya merekam dari bawah rok perempuan.
Kasus ini terungkap saat tersangka berusaha merekam dalaman rok seorang SPG berinisial CO (24) pada Sabtu (13/6/2026) pukul 15.30 WIB.
Saat itu CO sedang menata stok produk di swalayan Sami Luwes.
Baca Juga: Diduga Ada Sosok Misterius di Balik Penemuan Jenazah Dalam Mobil Dinas di Bandara Juanda
Baca Juga: Video Syur Mahasiswi Banjarmasin Terancam Disebar, Lapor ke Virtual Police Polda Kalteng
Saat korban bekerja, tersangka mendekat dan mengarahkan kamera telepon genggam miliknya ke bagian bawah rok korban untuk merekam bagian dalam pakaian yang dikenakan korban.
Meski telah berstatus tersangka, BSN tidak ditahan di rumah tahanan negara.
Polisi menerapkan status tahanan kota karena ancaman pidana dalam perkara tersebut berada di bawah lima tahun.
“Karena ini tindak pidananya di bawah lima tahun ancamannya jadi tidak kita lakukan penahanan tapi proses hukum tetap berlanjut,” ucap Ratna.
Tragisnya, menurut Kepala Disdikbud Sukoharjo, Havid Danang Purnomo Widodo, saat melakukan aksinya itu, BSN sedang berbelanja Bersama istri dan dua anak mereka.
"Yang bersangkutan datang bersama istri dan dua anaknya ke swalayan untuk berbelanja. Namun saat melakukan itu, ia terpisah dari keluarga," ucapnya.