WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Anggota Komisi XII DPR RI dari Fraksi PKS, Ateng Sutisna, meminta pemerintah meninjau ulang wacana penerapan kebijakan work from home (WFH) satu hari dalam sepekan sebagai upaya menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM). Menurutnya, target efisiensi hingga 20 persen yang disampaikan pemerintah perlu dikaji lebih mendalam agar tidak meleset dari kondisi riil di lapangan.
Ateng menilai, kebijakan WFH tidak serta-merta efektif menurunkan konsumsi BBM. Ia mengingatkan adanya potensi pergeseran aktivitas, dari mobilitas kerja menjadi mobilitas nonesensial. Jika kebijakan ini diterapkan mendekati akhir pekan, justru berisiko mendorong peningkatan perjalanan ke luar kota. “Aturannya bisa berubah, tetapi perilaku mobilitas masyarakat belum tentu ikut berubah. Di sini letak tantangannya,” tegasnya.
Selain itu, ia menyoroti dampak ekonomi yang mungkin timbul. Berkurangnya aktivitas perkantoran dapat menekan pendapatan pelaku usaha kecil di sekitar pusat kerja, seperti pedagang kaki lima hingga pengemudi transportasi daring. Di sisi lain, biaya operasional tidak benar-benar hilang, melainkan bergeser ke rumah tangga, misalnya meningkatnya konsumsi listrik. Hal ini membuat efektivitas kebijakan WFH dalam konteks penghematan energi patut dipertanyakan.







