Ateng menekankan bahwa arah kebijakan penghematan energi seharusnya difokuskan pada pembenahan sistem distribusi subsidi agar lebih tepat sasaran. Menurutnya, masalah utama bukan sekadar jumlah konsumsi, melainkan siapa yang menikmati subsidi. Ia mendorong pemerintah memperketat penyaluran BBM bersubsidi, termasuk membatasi penggunaannya bagi kendaraan dengan kapasitas mesin besar. Reformasi skema subsidi dinilai lebih berdampak langsung dalam menekan konsumsi tanpa membebani masyarakat kecil.
“Penghematan harus dilakukan dengan cara yang tepat. Jangan sampai kebijakan yang diambil justru membebani masyarakat, tetapi tidak menyentuh akar persoalan,” pungkas Ateng. (Wartabanjar.com/berbagai sumber)
Editor: Andi Akbar







