WARTABANJAR.COM – Sosok Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Rudy Mas’ud, kembali mendapat sorotan publik. Kali ini bukan soal anggaran keuangan yang dimintanya, tapi soal kemudahan saat mengurus rumah bersubsidi.
Di depan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait, yang sedang mengunjungi Kaltim, Selasa (5/5/2026), Rudy Mas’ud menyebut pengurusan rumah cukup menggunakan KTP tanpa pungutan tambahan.
“Cukup KTP dan gratis!” kata Rudy Mas’ud, dalam pertemuan yang dihadiri pengembang dan masyarakat peserta program rumah subsidi tersebut.
Baca Juga: Viral Tarif Laundry Pakaian Gubernur Kaltim: Biro Umum Tuntut Layanan Supercepat
Baca Juga: Setelah Mobil dan Rumah Dinas, Giliran Jasa Cuci Pakaian Gubernur Kaltim Disorot
Tapi, pernyataan ini langsung bikin riuh para pengembang perumahan yang hadir.
Para pengembang curhat kalau realitanya urusan administrasi masih panjang dan ada biaya-biaya yang harus keluar.
Mereka menilai proses di lapangan tidak sesederhana itu, karena masih ada tahapan administrasi serta biaya tertentu yang harus dipenuhi.
Perbedaan pandangan tersebut, sontak menjadi perhatian dalam forum yang membahas akses masyarakat terhadap program rumah subsidi.
Bahkan, Rudy Mas’ud mendapat sorakan karena pernyataannya yang tak dinilai tak sesuai dengan fakta di lapangan.
Sosok Rudy Mas’ud seperti tak lepas dari hal-hal yang berbau kontroversial.
Setelah viral karena permintaan mobil dinas seharga Rp 8,5 miliar, dan anggaran rehabilitasi rumah dinas gubernur sebesar Rp 25 miliar, dan terakhir sosoknya Kembali disorot karenq klaimnya tidak sesuai kenyataan. (Wartabanjar.com)







