Warung Gratis Jumat KS2 Tabalong, Ruang Kecil untuk Menjaga Kepedulian Tetap Hidup
WARTABANJAR.COM, TANJUNG - Di sebuah warung sederhana di seberang RSUD Badaruddin Kasim Tanjung, Desa Maburai, Kecamatan Murung Pudak, Kabupaten Tabalong, aroma masakan mulai tercium sejak pagi menjelang siang.
Beberapa perempuan tampak sibuk mengiris sayur, menyiapkan lauk, hingga mengaduk masakan di dapur sederhana yang menjadi pusat aktivitas setiap hari Jumat.
Di tempat itulah Komunitas Sayangi Sesama (KS2) Tabalong membuka warung makan gratis untuk masyarakat.
Kegiatan sosial ini bukan program sesaat. Sudah tiga tahun berturut-turut warung gratis tersebut hadir dan menjadi ruang berbagi bagi warga yang membutuhkan.
Sebelum makanan disantap, suasana hening sejenak. Para pengunjung bersama anggota komunitas menundukkan kepala untuk berdoa bersama. Setelah itu, warga mulai mengambil makanan yang telah disiapkan.
Tak ada sekat siapa yang boleh datang. Dari keluarga pasien rumah sakit, pekerja kantoran, tukang bangunan, pelajar, hingga warga biasa duduk berdampingan menikmati makan siang.
Ketua KS2, Erlina Effendi Ilas, mengatakan awalnya warung gratis ini dibuka untuk membantu keluarga pasien yang menjaga kerabatnya di rumah sakit.
“Dulu kami melihat banyak keluarga pasien yang menunggu di rumah sakit, kadang kesulitan untuk makan siang. Dari situ muncul keinginan membuka warung gratis,” ujarnya pada wartabanjar.com, Jumat (8/5/2026).
Namun seiring waktu, keberadaan warung tersebut justru mendapat sambutan luas dari masyarakat. KS2 kemudian memutuskan layanan makan gratis dibuka untuk umum.
Setiap Jumat, warung ini buka mulai pukul 11.00 hingga 15.00 WITA. Ratusan porsi makanan disiapkan secara gotong royong oleh anggota komunitas.
Menariknya, seluruh kebutuhan dapur berasal dari swadaya anggota dan bantuan donatur. Pada Jumat pagi, para anggota datang membawa berbagai bahan makanan dari rumah masing-masing.
Ada yang membawa beras, sayuran, ikan, hingga bumbu dapur. Semua dikumpulkan lalu dimasak bersama di lokasi warung.
Tak ada koki profesional di tempat itu. Para juru masak adalah anggota komunitas sendiri yang dengan sukarela meluangkan waktu dan tenaga, demi memastikan makanan tersedia bagi warga.