Kebakaran Hanguskan Sebagian Atap TK Al Azhar di Pandawan HST, Penyebab Masih Diselidiki
WARTABANJAR.COM, BARABAI – Kepanikan sempat menyelimuti warga Desa Kambat Selatan, Kecamatan Pandawan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Senin (29/06/2026) sore.
Asap hitam mendadak membubung dari bangunan Taman Kanak-Kanak (TK) Al Azhar sekitar pukul 16.20 Wita.
Warga yang melihat kobaran api langsung berhamburan menuju lokasi sambil menghubungi petugas pemadam kebakaran dan relawan.
Dalam waktu singkat, petugas gabungan bersama masyarakat berjibaku memadamkan api, agar tidak merembet ke seluruh bangunan sekolah.
Asap tebal yang terlihat dari kejauhan sempat membuat warga khawatir api akan meluas. Namun berkat penanganan cepat petugas dan relawan, kobaran api berhasil dikendalikan sebelum menghanguskan seluruh bangunan.
Meski demikian, sebagian atap bangunan permanen TK Al Azhar dilaporkan mengalami kerusakan akibat kebakaran tersebut.
Kepala Pelaksana BPBD dan Damkar HST melalui Kasi Kedaruratan, Fitriadinor, memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa tersebut.
Baca Juga: Tanah Laut Resmi Jadi Sentra Jagung Kalsel, Produksi Ditargetkan Penuhi Kebutuhan Daerah
Baca Juga: Luluskan Angkatan Pertama, Tiga Santri Ponpes Noor Hasyim Bina Aswaja Tanah Laut Kuliah ke Mesir
“Alhamdulillah, api berhasil dipadamkan sepenuhnya dan tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun sebagian atap bangunan TK Al Azhar mengalami kerusakan akibat kebakaran,” ujarnya.
Menurut data BPBD dan Damkar HST, kebakaran terjadi di TK Al Azhar yang berada di RT 04 RW 03 Desa Kambat Selatan, Kecamatan Pandawan.
Proses pemadaman melibatkan personel TRC BPBD dan Damkar HST, Balakar 654, Tagana HST, TNI, Polri, aparat desa, relawan, serta masyarakat sekitar.
Setelah berjibaku melakukan pemadaman, petugas memastikan api berhasil dipadamkan 100 persen dan dilanjutkan dengan proses pendinginan untuk mengantisipasi munculnya titik api baru.
Hingga berita ini diturunkan, penyebab kebakaran yang menghanguskan sebagian atap TK Al Azhar tersebut masih dalam penyelidikan pihak berwenang. (wartabanjar.com/Adew)