WARTABANJAR.COM, PELAIHARI - Tiga santri angkatan pertama Pondok Pesantren (Ponpes) Noor Hasyim Bina Aswaja berhasil diterima melanjutkan studi ke Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir.

Prestasi gemilang ini mendapat apresiasi langsung dari Bupati Tanah Laut (Tala), H Rahmat Trianto, saat menghadiri Haflah Tsaqofiyyah di pondok pesantren setempat, di Pelaihari, Minggu (28/06/2026).

Acara tersebut digelar dalam rangka Tasyakuran Hari Lahir ke-4 Yayasan Noor Hasyim Bina Aswaja sekaligus Penutupan Tahun Ajaran 2025/2026. Dari total 15 lulusan perdana, tiga di antaranya sukses menembus universitas Islam terkemuka di dunia tersebut.

Bupati Rahmat Trianto menyampaikan rasa bangganya atas pencapaian luar biasa yang diraih oleh lembaga pendidikan Islam yang baru berusia empat tahun ini. Menurut Rahmat, pencapaian ini menjadi kebanggaan besar bagi seluruh masyarakat Kabupaten Tanah Laut.

"Empat tahun memang bukan waktu yang panjang, tetapi apa yang telah dicapai Yayasan Noor Hasyim patut diapresiasi. Keberhasilan tiga santri diterima di Al Azhar Mesir merupakan prestasi yang luar biasa dan menjadi kebanggaan masyarakat Tala," ujar Rahmat.

Rahmat juga memberikan ucapan selamat kepada seluruh santri dan santriwati yang telah menyelesaikan masa pendidikan mereka. Ia mengingatkan para lulusan untuk terus memegang teguh nilai-nilai agama dan karakter, yang telah ditanamkan selama berada di lingkungan pesantren.

Baca Juga: Tema “Ayah Wajib Hadir”, Pemkab Tanah Laut Gelar Upacara Peringatan Hari Keluarga Nasional Ke-33

Baca Juga: Polda Kalsel Pastikan Kasus Pembunuhan Ustazah Hasanah Segera Masuk Persidangan

"Anak-anakku adalah orang-orang yang beruntung karena mendapat kesempatan menimba ilmu agama sekaligus pendidikan karakter. Jadikan bekal yang diperoleh di pesantren sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan dan mengabdi kepada masyarakat," pesannya.

Lebih lanjut, Rahmat menekankan pentingnya peran pondok pesantren dalam pembentukan moral generasi muda. Pesantren dinilai tidak hanya berfokus pada transfer ilmu pengetahuan intelektual, tetapi juga pembentukan akhlak karimah yang menjadi benteng masa depan bangsa.