Insentif Pajak Tanah Laut Digeber: Bebas Denda, Hadiah Umrah, hingga Penertiban Aset Dinas
"Ya, kalau dilihat dari persentase dari kendaraan dinas yang selama ini kita adakan, terkhusus di Kabupaten Tanah Laut, sehingga itu menjadi PR kita ke depan. Kalau kita lihat tadi 46 persen ya yang bisa terbayarkan dan 54 persen itu belum terbayarkan. Ini menjadi PR kami terkhusus kendaraan-kendaraan bermotor yang ada di pemerintah desa, kendaraan-kendaraan yang telah dihibahkan yang selama ini masih atas nama pemerintah," jelas Rahmat Trianto.
Rahmat Trianto menambahkan bahwa proses pembenahan aset akan segera dilakukan melalui balik nama maupun mekanisme lelang.
"Sehingga kami akan menertibkan itu semua, bagi yang sudah dihibahkan maka sesuai dengan kembali nama, balik nama siapa yang terima proses hibah. Begitu juga yang tidak layak pakai, ya. Tadi juga ada bicara dengan kepala Bapenda, mungkin segera kita hapuskan yang masih layak mungkin bisa kita lelang dalam bentuk bisa digunakan lagi oleh masyarakat atau melalui lelang-lelang tertentu, ya," tegasnya.
Sementara itu, Kepala Bapenda Provinsi Kalimantan Selatan, Subhan Nor Yaumil menekankan pentingnya sinergi antarinstansi dalam menggali potensi pendapatan yang belum optimal.
"Ya, jadi kami dari Bapenda Provinsi Kalimantan Selatan bersinergi dengan pemerintah daerah Kabupaten Tanah Laut, khususnya dari Bapenda Tanah Laut. Nah, ini untuk apa namanya, menggali potensi-potensi yang masih belum kita bisa gali. Salah satunya kata bupati tadi, masyarakat Tanah Laut yang memiliki kendaraan bermotor yang pelat luar, nah ini segera lakukan mutasi ke kabupaten masing-masing, terkhusus di Kabupaten Tanah Laut," kata Subhan Nor Yaumil.
Subhan Nor Yaumil mengungkapkan bahwa realisasi tunggakan di Kabupaten Tanah Laut masih lumayan tinggi.
"Ya, jadi kami sampaikan tadi, ada kurang lebih sekitar 50 persen lebih lagi yang masih belum melakukan pembayaran terhadap pajak kendaraan bermotornya dibanding tahun kemarin. Demikian," tuturnya.
Mengenai target penerimaan daerah pada sektor pajak kendaraan bermotor, Subhan Nor Yaumil optimis dapat tercapai penuh di akhir tahun.