WARTABANJAR.COM, TANJUNG - Petani di Desa Masingai II Kecamatan Upau, Kabupaten Tabalong, yang merupakan anggota Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Usaha Bersama, mengikuti sekolah lapangan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam budi daya bawang merah, Senin (2/11/2026).

Sekolah dilaksanakan pihak Sub Kegiatan Pengembangan Kapasitas Kelembagaan Petani, Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan, dan Pertanian (DKPPP) Tabalong bekerja sama dengan PT Adaro dalam hal penyediaan 1,5 ton bibit bawang varietas Batu Malang dan obat-obatan.

Bidang Penyuluhan DKP3 Tabalong, Sudarsih, mengatakan, pelatihan berlangsung lima hari yakni pada 2-6 November 2026 di lahan Gapoktan Usaha Bersama.

Baca juga: Warga Berharap Tidak Asal Jadi, Dinas PUPR Banjarmasin Bangun Drainase di Sejumlah Lokasi

Baca juga: Proyek Drainase Jalan KS Tubun dan Kelayan B Banjarmasin Menunggu Pembuktian

“Materi yang diberikan meliputi teori dan praktik, mulai dari pengolahan lahan, pemilihan bibit, perawatan tanaman, masa panen hingga penanganan pascapanen,” kata Sudarsih.

Dijelaskannya, Komoditas hortikultura bawang merah ini dipilih karena dinilai potensial dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan lokal sekaligus mendukung pengendalian inflasi.

"Selain itu, ketersediaan bawang merah di daerah diharapkan juga dapat membantu menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan,"tambah Sudarsih.

Budidaya bawang merah, lanjutnya  telah dikembangkan di sejumlah kecamatan di antaranya Pugaan, Muara Uya, Muara Harus, dan  Upau.

"Ternyata tanaman holtikultura asal Gujarat (India) ini memenuhi syarat tumbuh dan kondisi suhu serta tekstur tanahnya cocok dibudidayakan di Tabalong," terang Sudarsih.

Meski demikian, produksi bawang merah di Tabalong masih terbatas untuk memenuhi kebutuhan di wilayah masing-masing kecamatan.

“Sejauh ini petani yang sudah panen  baru bisa memenuhi kebutuhan di wilayah masing-masing. Karena itu, pengembangannya akan terus kita dorong,”ucapnya.

Sedangkan pendamping CSR Adaro dari PT Karya Masyarakat Mandiri, Linda, mengatakan bantuan yang diberikan tidak hanya berupa bibit, tetapi juga pendampingan teknis kepada petani.

Pendampingan dilakukan sejak tahap awal penanaman hingga pascapanen untuk memastikan petani mendapatkan pengetahuan dan keterampilan dalam membudidayakan bawang merah.