Polda Metro Jaya dan Utusan Presiden Raffi Ahmad Minta Maaf, Sari Akui Bukan Mahasiswa UBSI
Selama ini saya mengajak masyarakat seluruhnya untuk tidak menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya, menjauhkan dari ujaran kebencian, apalagi yang diiringi dengan caci maki sampai dengan fitnah. Dan kejadian ini menjadi pengingat bagi saya untuk lebih teliti memahami informasi dan lebih berhati-hati dalam mengambil langkah.
Saya menghargai setiap orang yang menyampaikan aspirasinya, kritiknya, dengan pandangannya, sarannya, semuanya saya hargai, karena saya sangat meyakini bahwa setiap orang memiliki cara untuk berkontribusi dan memberikan apapun yang terbaik dengan cara masing-masing untuk bangsa dan negara.
Terima kasih sekali lagi atas perhatian, kritik, dan masukan yang diberikan.
Semuanya ini pastinya menjadi pembelajaran bagi saya untuk terus memperbaiki diri.
Saya berharap penjelasan yang telah disampaikan dapat membantu memperjelas situasi yang sebenarnya terjadi, sekaligus ini menjadi bahan pembelajaran dan evaluasi bagi semua pihak, termasuk saya. Salam sehat untuk kita semua.
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Mengakui Bukan Mahasiswa
Sebelumnya, sosok perempuan bernama Sari buka suara setelah terlihat mengenakan almamater Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) dalam acara tersebut.
"Pada kesempatan kali ini, atas nama saya Sari Putri, saya memohon maaf kepada seluruh mahasiswa Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) atas polemik yang terjadi terkait penggunaan almamater berlogo lama BSI dalam kegiatan Deklarasi Sumpah Pemuda di Bundaran HI," demikian pernyataan Sari dikutip dari unggahan akun Instagram @jktinfo24jam.
Sari mengaku bukan mahasiswa UBSI dan jaket almamater yang dikenakan merupakan pemberian seseorang yang tidak dikenalnya.
"Saya menegaskan bahwa saya bukan mahasiswa aktif UBSI. Almamater yang saya gunakan merupakan pemberian dari seseorang yang tidak saya kenal," lanjutnya.
Sari pun menyampaikan permohonan maaf dan mengaku bertanggung jawab atas tindakannya.
"Saya menyadari bahwa penggunaan almamater tersebut telah menimbulkan kesalahpahaman dan berdampak pada nama baik institusi. Atas hal tersebut, saya memohon maaf sebesar-besarnya dan bertanggung jawab atas tindakan saya," ucap Sari. (wartabanjar.com/berbagai sumber)