BMKG Kalteng Terangkan Hujan Es di Palangka Raya Berskala Lokal
WARTABANJAR.COM, PALANGKA RAYA - Di tengah kondisi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kabut asap, tidak hanya hujan yang didapat Kota Palangka Raya.
Ibu Kota Kota Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) ini sempat diguyur hujan es.
Ini seperti dirasakan warga Jalan Mendawai, Kelurahan Palangka, Kecamatan Jekan, pada Jumat (30/10/2026) sore.
Sontak, peristiwa itu membuat warga terkejut.
Baca juga: Diduga Curi Motor di Tabalong, Pelaku Ditangkap dalam Lapas Kelas II B Amuntai
Baca juga: Dinkes HST Buka Cek Gula Darah dan Kolesterol Gratis di Festival Pemuda Menyala
Salah satu pengendara mengaku merasa seperti ada benda keras menerpa helmnya.
Warga yang mengaku telah tinggal di Palangka Raya lebih dari 40 tahun tinggal ini mengaku baru kali ini menyaksikan ada hujan es.
Menangapi perihal fenomena tersebut, Badan Meteorologi Klimatologi dna Geofisika BMKG) menerangkan fenomena itu bisa terjadi salah satunya dipicu pemanasan matahari sejak siang.
"Karena pemanasan matahari kuat, sehingga memicu proses konveksi atau pergerakan udara panas ke lapisan atmosfer yang lebih tinggi," kata Prakirawan Stasiun Meteorologi Kelas I Tjilik Riwut Palangka Raya, Lian Andriani,
Kondisi ini diperkuat dengan labilitas atmosfer yang tinggi serta kelembapan udara yang signifikan.
Akhirnya, terjadi pertumbuhan awan Cumulonimbus (Cb) secara vertikal hingga menghasilkan potensi cuaca ekstrem.
“Kondisi ini didukung oleh labilitas atmosfer yang tinggi serta kelembapan udara yang signifikan, sehingga mendorong pembentukan awan Cumulonimbus (Cb) secara agresif ke arah vertikal,” terang Lian.
Kemudian di bagian atas atmosfer ada suhu yang sangat rendah sehingga menyebabkan partikel air terbawa naik bersama arus udara membeku dan membentuk kristal es.
Selama di dalam awan, kristal es semakin besar. Saat bobotnya melebihi kekuatan arus udara yang mengangkatnya, maka butiran es akan jatuh.