Keluarga menanyakan keberadaan Dini dan anaknya karena mereka pamitan hendak bertemu dengan Dwi Bagus di Madiun.

Menjawab itu, Dwi Bagus berpura-pura tidak tahu. Bahkan ia ikut mencari dan melaporkan "hilangnya" Dini dan Arshaka ke Polres Madiun, pada 5 Oktober 2026.

"Selama di Madiun itu, korban selalu berkomunikasi dengan keluarganya di Bogor. Namun komunikasi terakhir itu pada 20 September 2026," kata Roy.

Menindaklanjuti laporan, Polres Madiun kemudian melakukan penyelidikan dan menemukan sejumlah kejanggalan.

Kejanggalan itu mengarah kepada Dwi Bagus yang belakangan menghilang.

Tim Jatanras Polda Jatim akhirnya ikut memburu Bagus dan menangkapnya di Jombang pada Minggu (25/10/2026) saat sedang tidur di rumah temannya.

Saat diperiksa, ia mengaku melakukan aksi sadis tersebut.

Dwi Bagus kini dijerat kasus dugaan pembunuhan berencana karena ada indikasi pembunuhan tersebut sudah direncanakan. (wartabanjar.com/berbagai sumber)