Hujan Mulai Turun, Masih Ada 3.392 Hektare Lahan Terbakar di Kalsel, Kalteng dan Kalbar
WARTABANJAR.COM, JAKARTA - Turunnya hujan selama beberapa hari terakhir ini sangat membantu pemadaman Karhutla (kebakaran hutan dan lahan).
Namun, berdasar data Badan Nasional Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB), masih lebih dari 3.000 hektare lahan terbakar yang belum bisa dipadamkan.
Berbagai strategi pemadaman dilakukan petugas dan relawan, seperti operasi pemadaman cuaca (OMC) menggunakan dry ice.
Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan di Jakarta, Senin (26/10/2026) mengungkapkan luasan lahan terbakar di tiga provinsi di Kalimantan yang masih terbakar.
Yakni Kalsel seluas 52 hektare, Kalbar 884 hektare dan Kalteng mencapai 2.458 hektare.
Luasan lahan yang masih terbakar di Kalimantan ini lebih luas dibandingkan Sumatera.
Baca Juga: Seperti Malam, Wilayah Nagara HSS Diselimuti Kabut Asap Karhutla
Baca Juga: 6.700 Hektare Lahan Hangus, Status Tanggap Darurat Karhutla Kabupaten Banjar Diperpanjang
Untuk Sumatera, juga tersebar di tiga provinsi dengan total luasan 990 hektare.
Rinciannya, Sumsel 889 hektare, Jambi 89 hektare, dan Lampung di kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK) sekitar 12 hektare.
Proses pemadaman dilakukan melalui jalur darat dan udara.
Untuk jalur darat, personel pemadaman tergabung dalam Satuan Tugas Darat di bawah koordinasi pos komando provinsi.
Sebanyak 57.050 personel darat disiagakan di enam provinsi.
Jumlah tersebut terdiri atas 16.387 personel di Kalteng, 14.458 personel di Kalbar, 12.285 personel di Sumsel, 7.927 personel di Kalsel, 5.984 personel di Jambi, dan sembilan personel di Lampung.
"Pemadaman didukung berbagai peralatan, antara lain selang pemadam, selang hisap, nozel, sepatu bot, pompa portabel, pompa punggung, pemukul api, dan radio komunikasi," ucap Berton.
Untuk pemadaman jalur udara mencakup 61 unit armada, yang terdiri atas 24 unit untuk patroli, CASA, dan OMC serta 37 helikopter water bombing atau pengeboman air.
Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dilakukan di sejumlah wilayah.
Berdasarkan data pelaksanaan pada 23 Oktober 2026, penyemaian dilakukan dengan total 15 sortie atau penerbangan dan penggunaan bahan semai sebanyak 14.300 kilogram.