WARTABANJAR.COM, MARTAPURA - Pemerintah Kabupaten Banjar memperpanjang status tanggap darurat bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) serta kekeringan. 

Keputusan ini diambil menyusul ancaman fenomena El Nino yang masih kuat melanda kawasan Kalimantan Selatan, khususnya Kabupaten Banjar.

Perpanjangan status tanggap darurat diputuskan setelah rapat evaluasi bersama tim gabungan yang melibatkan BMKG, TNI/Polri, serta relawan Kabupaten Banjar di Aula Barakat Kantor Bupati, Martapura, Senin (26/10/2026). 

Baca juga: Lima Pesawat Berupaya Turunkan Hujan di Kalselteng, Lanud Sjamsudin Noor Siapkan Logistik

Baca juga: Balapan Liar Jadi Sasaran Utama, Polres Banjarbaru Gelar Operasi Patuh Intan

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Banjar, Wasis Nugraha mengungkapkan, perpanjangan status berlaku selama dua pekan ke depan.

”Telah ditetapkan perpanjangan status tanggap darurat mulai tanggal 28 Oktober sampai dengan 10 November 2026,” ujarnya saat ditemui usai rapat. 

Menurut Wasis, perpanjangan status ini didasari sejumlah pertimbangan krusial. 

Selain dampak El Nino yang berpotensi terus mengganggu kehidupan warga, ancaman penyakit menular akibat asap dan cuaca ekstrem mulai mengintai.

”Kasus ISPA dan diare tercatat cukup tinggi. Selain itu spot kejadian karhutla di beberapa kecamatan intensitasnya juga masih sangat tinggi,” jelasnya.

Data BPBD Kabupaten Banjar mencatat, hingga saat ini seluas kurang lebih 6.700 hektare hutan dan lahan telah hangus terbakar dari total 1.114 kejadian di 19 kecamatan. 

”Untuk wilayah dengan penanganan karhutla paling intens berada di Kecamatan Gambut, Sungai Tabuk, Martapura Barat, dan Kertak Hanyar,” papar Wasis. 

Tak hanya karhutla, krisis air bersih akibat kekeringan juga meluas hingga ke 17 kecamatan. Titik terparah melanda kawasan Beruntung Baru, Tatah Makmur, dan Aluh-Aluh.

Guna meringankan beban masyarakat, Wasis mengungkapkan BPBD terus menyalurkan bantuan air bersih ke desa-desa yang terdampak.

”Sampai hari ini sudah 4.100.000 liter air bersih yang didistribusikan. Setiap hari ada 6 armada truk tangki yang bekerja secara simultan melayani wilayah krisis air,” tambahnya.