Harga Cabai Merah Meroket di Banjarbaru dan HSU, Disdag Kalsel Minta Pemda Gelar Pasar Murah
WARTABANJAR.COM - Harga cabai merah di Kota Banjarbaru dan Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) relatif tinggi berdasarkan pemantauan dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Nasional bersama Kementerian Dalam Negeri secara virtual di Command Center Kalsel, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin (26/10/2026).
Diketahui harga cabai merah di Kota Banjarbaru berada di kisaran Rp 80 ribu per kilogram untuk cabai merah besar dan cabai merah keriting.
Hal tersebut diungkapkan Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Provinsi Kalimantan Selatan, Rusma Khazairin.
Menurut Rusma, pemerintah kabupaten dan kota perlu mengambil langkah konkret untuk menekan harga komoditas tersebut agar tidak semakin membebani masyarakat.
“Untuk harga cabai merah, ada dua daerah yang menjadi perhatian karena harganya tinggi, yaitu Kabupaten Hulu Sungai Utara dan Kota Banjarbaru. Kita harapkan pemerintah daerah setempat melakukan upaya untuk menekan harga yang ada di wilayah masing-masing,” ujarnya.
Baca Juga Wali Kota Banjarmasin Rombak Kabinet, Lima Pejabat Dilantik dan Disumpah
Baca Juga Pipa Utama PTAM Intan Banjar Bocor Kena Api Sampah, Distribusi Air Sempat Terganggu
Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah menggelar gerakan pasar murah untuk membantu masyarakat memperoleh bahan pangan dengan harga yang lebih terjangkau.
Selain itu, pemerintah daerah juga didorong memperkuat kerja sama antardaerah, terutama dengan wilayah penghasil cabai merah, guna menjamin kelancaran pasokan dan distribusi.
Rusma menjelaskan, kondisi ketersediaan cabai di Kalimantan Selatan berbeda antara jenis cabai rawit merah dan cabai merah besar.
Untuk cabai rawit merah, ketersediaan secara provinsi berada dalam kondisi surplus.
Sementara itu, cabai merah besar masih mengalami kekurangan pasokan di sejumlah wilayah.
Kondisi tersebut perlu diantisipasi melalui koordinasi distribusi dan kerja sama dengan daerah penghasil.
“Dengan adanya kerja sama antardaerah antara wilayah penghasil dan daerah yang bukan penghasil, kita berharap ketersediaan cabai di masing-masing daerah dapat terjaga dan tekanan harga bisa ditekan,” jelasnya.