Setelah kembali ke rumah, anaknya ternyata masih mengalami muntah-muntah. Lu’luatun pun memutuskan untuk kembali membawa buah hatinya berobat.

Perjalanan menuju bidan itu berjarak sekitar tiga kilometer dari rumahnya.

Namun, di tengah perjalanan, Lu’luatun tiba-tiba merasa tubuhnya tidak enak. Ia kemudian menepikan sepeda motornya.

Perjalanan yang semula dilakukan demi mengupayakan kesembuhan anaknya itu berakhir dengan peristiwa yang tak pernah dibayangkan. Lu’luatun meninggal dunia di atas sepeda motornya.

“Enggak pernah mengeluh,” ujar Ahmad saat menceritakan kondisi Lu’luatun sebelum kejadian.

Kepergian Lu’luatun menyisakan duka sekaligus kisah tentang seorang ibu yang mengerahkan tenaga untuk menghidupi anak-anaknya setelah kehilangan pasangan hidup.

Selama sekitar dua tahun menjadi tulang punggung keluarga, ia berusaha bertahan dengan berbagai pekerjaan yang bisa dilakukannya.

Kini, empat anaknya harus menghadapi kenyataan kehilangan sosok ibu yang selama ini berjuang untuk mereka. (wartabanjar.com/berbagai sumber)