Pelajar SMP Kotabaru Saling Bercerita dan Mendengarkan di Ajang Lomba Literasi Dispersip
WARTABANJAR.COM, KOTABARU - Para siswa SMP se-Kabupaten Kotabaru Provinsi Kalimantan Selatan berkumpul di Aula Masjid Apung Siring Laut pada Senin (19/10/2026) hingg Selasa (20/10/2026).
Mereka secara bergiliran bercerita dan mendengarkan.
Para siswa tersebut tengah mengikuti lomba bercerita yang digelar Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kotabaru.
Ini untuk menguatkan budaya literasi di kalangan generasi muda.
Kegiatan ini juga menjadi wadah bagi pelajar untuk mengembangkan kreativitas, meningkatkan kemampuan bercerita, serta melatih kepercayaan diri sekaligus menumbuhkan minat baca.
Saat penutupan pada Selasa, Kepala Dispersip Kotabaru M Fuad Fahruddin mengungkapkan penguatan budaya literasi merupakan salah satu perhatian Bupati Kotabaru Muhammad Rusli dan perlu diwujudkan melalui keterlibatan berbagai sektor kehidupan masyarakat.
Menurut Fuad, membudayakan literasi tidak cukup hanya dilakukan di lingkungan sekolah dan perpustakaan, tetapi juga perlu menjangkau ruang publik yang menjadi pusat aktivitas masyarakat, khususnya generasi muda.
"Kalau kita sayang kepada generasi yang akan datang, maka generasi yang ada sekarang harus kita persiapkan agar mampu bertahan dan berkembang sesuai zamannya. Salah satunya melalui penguatan budaya literasi," ujarnya.
Ia menjelaskan, Dispersip Kotabaru juga mendorong transformasi layanan perpustakaan agar lebih inovatif dan dekat dengan masyarakat.
Salah satu upaya yang dilakukan yakni menjalin kemitraan dengan pelaku usaha untuk menghadirkan pojok baca di tempat berkumpul anak muda, seperti kafe.
Melalui fasilitas tersebut, masyarakat dapat mengakses beragam bahan bacaan sesuai minat, mulai dari novel, buku pengembangan diri hingga buku keterampilan praktis.
Kehadiran pojok baca di ruang publik diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang edukatif sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap pengetahuan.
Upaya tersebut sejalan dengan program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS), yang mendorong perpustakaan menjadi ruang belajar, berbagi pengetahuan, dan pemberdayaan masyarakat.(wartabanjar.com)