Mahasiswa ULM Gelar Aksi Kalsel Lumpuh, Ketua BEM UI: Pemerintah Gagal Tangani Karhutla
WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjadi sorotan serius dalam aksi mimbar bebas Kalsel Lumpuh yang digelar mahasiswa di Bundaran Kayu Tangi Jalan Brigjen Hassan Basry, Banjarmasin, Jumat (16/10/2026) siang.
Sambil memegang spanduk bertuliskan "Hutan Dibakar, Penguasa Apa Kabar?" dan mengenakan pakaian bernuansa hitam, para mahasiswa mempertanyakan keseriusan pemerintah dalam menangani karhutla.
Massa aksi menilai karhutla yang di tanah Kalimantan telah meresahkan masyarakat.
Baca juga: Musim Hujan Kalsel Diprediksi Mulai November, Diawali di Banua Enam
Baca juga: Sri Tak Tahu Harus Tinggal di Mana, 12 Rumah Jalan Sutoyo S Banjarmasin Terbakar
Kualitas udara yang memburuk karena kabut asap tebal membuat kesehatan masyarakat terganggu.
Oleh karena itu, massa aksi mendesak pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten/kota harus bergerak lebih cepat dan efektif dalam menangani masalah karhutla.
Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia (UI) Yatalathof Ma'shum Imawan, yang turut hadir dalam aksi Kalsel Lumpuh, dengan lantang mengatakan pemerintah gagal menangani karhutla.
Akibatnya masyarakat kehilangan harapan terhadap pemerintah.
"Sebenarnya sudah hilang harapan masyarakat sekarang, terutama masyarakat Kalimantan Selatan sekarang," tegas Yatalathof.
"Bukan karena masih berharap, tapi masyarakat saat ini sudah putus asa karena sudah tidak ada jalan keluar selain bergerak," tegasnya lagi
Kritik juga dilontarkan Ketua BEM Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Satria Bima Agatha.
Selain persoalan karhutla, Satria mengangkat masalah krisis air, kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) dan listrik PLN yang kerap padam.
"Mendesak pemerintah untuk lebih tegas mengatasi masalah BBM, listrik yang sering padam, dan krisis air bersih yang mana airnya terasa asin dan gatal-gatal," katanya.(Wartabanjar.com)