Sri Tak Tahu Harus Tinggal di Mana, 12 Rumah Jalan Sutoyo S Banjarmasin Terbakar
WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN - Kesedihan menyelimuti Sri Wahyuningsih (51) warga Jalan Sutoyo S RT 11 Kelurahan Telaga Biru Kecamatan Banjarmasin Barat Kota Banjarmasin Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel).
Rumahnya menjadi salah satu dari 12 bangunan yang hangus dilalap si jago merah, Jumat (16/10/2026) sekitar pukul 02.00 Wita.
Ditemui Jumat siang di lokasi kebakaran, Sri terlihat berdiri di depan puing-puing rumahnya yang gosong.
Baca juga: Wakil Bupati Balangan Serahkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di Kecamatan Lampihong
Baca juga: Pesan Suara Ungkap Jasad Bayi dalam Baskom di Batola, sang Ibu Mahasiswi di Banjarmasin
Ia menatap bangunan yang sehari-hari dihuni bersama suami dan anak-anak.
Rumah ini telah rata tanah dan menjadi arang.
Matanya memerah dan terlihat berkaca-kaca ketika menyaksikan rumah satu-satunya itu hangus dalam hitungan detik.
"Bingung sekarang mau kemana. Ini rumah satu-satunya, rumah nenek, kami yang tinggali," katanya saat ditemui Wartabanjar.com.
Dalam kebingungan dan kesedihan itu, Sri berharap ada uluran tangan dari Pemerintah Kota Banjarmasin terutama mengenai tempat tinggal mereka.
"Harapannya ada bantuan mungkin dari pemerintah soalnya kada ada lagi rumah buat tinggal sehari-hari," ujarnya.
Kesedihan yang sama juga dirasakan Mahmidah (50).
Ibu rumah tangga ini berdiri di atas rongsokan rumahnya.
Ia tampak mengorek-ngorek sesuatu dari balik tumpukan arang bangunan.
Ia mengaku tengah mencari barang-barang miliknya yang mungkin masih bisa dipakai.
"Cari barang mungkin masih ada yang bisa dipakai," ujarnya.
"Ini rumah kami satu-satunya. Jadi sekarang kada ada rumah lagi," ujarnya lagi.
Kebakaran terjadi di dua RT yakni 8 dan 11.
Api diduga berasal dari sebuah bangunan yang sudah lama ditinggal.
"Api dari rumah kosong di RT 8. Karena cepat sekali besarnya, hingga merembet ke RT 11. Di RT 11 ada sekitar tujuh rumah yang terbakar," kata Ketua RT 11, Rustam Effendi.
Sementara ini penyebab kebakaran belum diketahui.