Tips Sehat Kenali Gejala Serangan Jantung, Nyeri Dada Berkali-kali
WARTABANJAR.COM - Tanda awal terjadinya serangan jantung biasanya terjadi saat pasien mengalami nyeri dada, Kamis (29/10/2026).
Ya, tidak semua nyeri dada selalu disebabkan oleh serangan jantung. Simak tips Sehat hindari serangan jantung di berita ini.
Gejala ini juga bisa dipicu oleh masalah kesehatan lain, seperti gangguan saluran cerna atau Gastroesophageal Reflux Disease (GERD), pleuritis (radang selaput paru) akibat infeksi, kostokondritis (peradangan tulang rawan iga), hingga infeksi herpes zoster (cacar ular) (1,2).
Namun, masyarakat harus tetap waspada karena serangan jantung merupakan kondisi darurat medis.
Kondisi ini terjadi akibat adanya sumbatan pada pembuluh darah koroner (pembuluh darah utama jantung).
Sumbatan tersebut menghambat aliran darah ke otot jantung, menyebabkan kematian sel otot jantung (infark miokard), hingga menurunkan kemampuan jantung dalam memompa darah ke seluruh tubuh yang dapat berujung pada kematian mendadak.
Baca Juga Tips Sehat Pertolongan Pertama Saat Balita Jatuh, Cek Cedera Tubuh
Baca Juga Tips Sehat 10 Obat Alami Atasi Demam Termasuk Air Jahe
Gejala khas dari serangan jantung umumnya meliputi :
- Nyeri dada sebelah kiri yang terasa seperti tertindih beban berat.
- Rasa nyeri yang menjalar hingga ke bahu, lengan kiri, punggung, leher, atau rahang bawah.
- Keluhan nyeri yang tidak membaik atau tidak hilang meski sudah beristirahat.
- Gejala penyerta seperti mual, muntah, keringat dingin, dan perasaan gelisah atau cemas (ansietas).
Semakin cepat pasien mendapatkan penanganan medis untuk membuka sumbatan pembuluh darah, semakin banyak jaringan otot jantung yang dapat diselamatkan agar fungsi pompa jantung tetap optimal.
Selain nyeri dada, tanda serangan jantung yang paling sering mengecoh masyarakat adalah nyeri ulu hati.
Sebagian besar orang langsung mengaitkan nyeri ulu hati dengan penyakit lambung atau maag (gastritis).
Dugaan tersebut tidak sepenuhnya salah, tetapi kewaspadaan ekstra harus diterapkan apabila keluhan ini dialami oleh individu yang berusia di atas 50 tahun.