Jika pasien memiliki faktor risiko penyerta seperti riwayat diabetes mellitus (kencing manis), hipertensi (tekanan darah tinggi), kolesterol tinggi (hiperlipidemia), atau riwayat stroke, pasien harus segera dibawa ke Unit Gawat Darurat (UGD) terdekat. 

Di UGD, dokter akan melakukan perekaman listrik jantung melalui elektrokardiogram (EKG) serta pemeriksaan marka jantung (seperti troponin) untuk memastikan apakah nyeri ulu hati tersebut sekadar gangguan lambung atau justru manifestasi dari serangan jantung. 

Beberapa aspek gaya hidup yang dapat dimodifikasi dan dikontrol secara rutin meliputi :

1. Rutin beraktivitas fisik atau berolahraga secara teratur (minimal 150 menit per minggu).

2. Menghindari rokok dan paparan asap rokok (vape maupun rokok konvensional).

3. Menghidupkan pola makan demi mengontrol kadar gula darah dan kolesterol tubuh.

4. Memantau serta mengontrol tekanan darah agar tetap berada dalam batas normal. (Wartabanjar.com/kemenkes)