WARTABANJAR.COM - Usia bayi lima tahun atau balita memasuki masa aktif dan sering mengalami jatuh, akibat aktivitas sehari-hari.

Bunda, simak tips sehat hal pertama yang perlu dilakukan saat balita jatuh adalah memeriksa tubuh si kecil secara menyeluruh.

Yakni mulai kepala, kaki, pinggang, hingga bagian belakang tubuh, apakah terdapat memar, luka, atau cedera.

Kemudian bertanya pada si kecil bagian tubuh mana yang sakit.

Apabila Anda mendapati balita jatuh dan anak mengeluh tentang rasa sakit yang sangat hebat di bagian leher atau terlihat luka di leher, maka usahakan untuk tak banyak mengubah posisi tubuhnya.

Hal ini dapat menjadi tanda cedera pada leher.

Baca Juga Tips Sehat 10 Obat Alami Atasi Demam Termasuk Air Jahe

Baca Juga 10 Bahan Obat Batuk Alami Saat Gatal Tenggorokan Akibat Kabut Asap

Melansir dari Kids Health, saat anak merasa nyeri di bagian kepala disertai dengan muntah-muntah atau sampai hilang kesadaran, sebaiknya Anda segera membawanya ke unit gawat darurat karena dapat menandakan terjadinya cedera kepala.

Sangat disarankan untuk tak memberikan obat antimuntah karena dapat menutupi gejala peningkatan tekanan di dalam tulang tengkorak.

Pada kasus tertentu, balita jatuh bisa mengalami cedera yang serius pada bagian kepala, dada, anggota gerak.

Berikut risiko saat balita jatuh: 

1. Gangguan sistem saraf

Gangguan pada sistem saraf yang sering ditandai dengan anak sering terjatuh bila berjalan antara lain Guillain Barre Syndrome dan Duchenne Muscular Dystrophy.

Guillain Barre Syndrome merupakan penyakit autoimun yang menyerang mielin saraf-saraf motor. Penyebabnya kebanyakan dipicu oleh infeksi.

Mula-mula gejalanya diperlihatkan dengan kelemahan otot bagian kaki, kemudian kelemahan otot naik ke anggota gerak atas sampai ke otot napas. 

Sementara pada Duchenne Muscular Dystrophy, kelemahan otot terjadi ketika anak berusia 3—4 tahun. Otot-otot yang mengalami kelemahan antara lain otot pinggul, panggul, paha, dan bahu.

Pada awal remaja, otot-otot jantung dan pernapasan akan mulai mengalami kelemahan juga. 

2. Gegar otak