Tips Sehat Pertolongan Pertama Saat Balita Jatuh, Cek Cedera Tubuh
Kepala atau leher balita yang mengalami benturan dengan benda keras saat terjatuh dapat menyebabkan cedera kepala atau yang biasa dikenal dengan gegar otak.
Peristiwa ini kemudian membuat otak di dalam tengkorak tersentak, sehingga otak bergerak ke bagian depan dan belakang kepala menekan tulang tengkorak bagian dalam.
Kondisi ini mengakibatkan terjadinya gangguan fungsi otak sementara. Tanda-tanda atau gejala terjadinya gegar otak pada balita jatuh meliputi berikut ini.
Anak merasa nyeri yang luar biasa di bagian kepala.
Otot di sekitar leher anak menjadi kaku dan menegang.
Anak merasa mual dan tak berhenti muntah-muntah.
Anak merasa gelisah, bingung, dan sulit mengenali lingkungan sekitarnya.
Pada balita di bawah usia 18 bulan, terdapat tonjolan di bagian ubun-ubun.
Keluarnya cairan dari lubang telinga dan hidung
Anak mengalami kejang-kejang.
Selain mengobservasi gejala, diagnosis gegar otak bisa dilakukan dengan melakukan CT scan.
Selanjutnya dokter akan menentukan pengobatan seperti apa yang tepat bergantung dari klasifikasi jenis cedera kepala yang dialami oleh balita, apakah cedera kepala ringan, sedang, atau berat.
3. Cedera tulang belakang dan leher
Jika benturan akibat balita jatuh mengenai tulang belakang atau tulang ekornya, cedera tulang belakang bisa diidentifikasi dengan munculnya gejala seperti rasa kaku dan lemas di bagian anggota gerak, seperti tangan dan kaki.
Gejala ini dapat berlangsung selama 30 menit sampai 4 hari setelah terjatuh.
Akan tetapi, balita juga mungkin mengalami cedera pada anggota tubuh lainnya saat mengalami benturan di tulang belakang.
Anak di bawah 10 tahun sebenarnya memiliki rata-rata terendah untuk terkena cedera tulang belakang. Mereka lebih berpotensi terkena cedera leher akibat benturan di tulang belakang saat terjatuh. (Wartabanjar.com/hellosehat)