WARTABANJAR.COM, BANJARBARU – Musim hujan di Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) diprediksi mulai berlangsung secara bertahap pada November 2026. 

Namun, pengaruh fenomena El Nino dan angin monsun timur berpotensi membuat awal musim hujan mundur serta berlangsung lebih singkat di sejumlah wilayah.

Prakirawan Stasiun Klimatologi Kelas I Kalimantan Selatan, Hendri Herdian, menjelaskan awal musim hujan tahun ini diperkirakan tidak terjadi serentak di seluruh Kalsel.

Baca juga: Sri Tak Tahu Harus Tinggal di Mana, 12 Rumah Jalan Sutoyo S Banjarmasin Hangus

Baca juga: Wakil Bupati Balangan Serahkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di Kecamatan Lampihong

Berdasarkan prakiraan tersebut, wilayah utara Kalsel diprediksi lebih dahulu memasuki musim hujan, meliputi Kabupaten Tabalong, Balangan, dan Hulu Sungai Tengah. 

Selanjutnya, hujan diperkirakan meluas secara bertahap ke wilayah selatan, termasuk Banjarbaru, Banjarmasin, hingga Kabupaten Tanah Laut.

Mundurnya awal musim hujan ini berkaitan dengan kondisi iklim yang masih dipengaruhi fenomena El Nino serta angin monsun timur atau monsun Australia.

Pengaruh kedua faktor tersebut membuat sejumlah wilayah berpotensi mengalami musim kemarau lebih panjang sebelum memasuki periode penghujan.

Kondisi ini perlu menjadi perhatian masyarakat, terutama dalam menjaga ketersediaan air bersih selama curah hujan belum meningkat secara merata.

Kasubbag Hukum dan Humas PT Air Minum (PTAM) Intan Banjar, Mahyuni, mengingatkan masyarakat agar lebih bijak menggunakan air bersih selama musim kemarau masih berlangsung.

Ia mengimbau warga menghemat pemakaian air dan menghindari penggunaan yang tidak diperlukan untuk membantu menjaga ketersediaan air bagi kebutuhan sehari-hari.

Dengan prakiraan musim hujan yang baru mulai pada November mendatang, masyarakat diharapkan dapat mengantisipasi kemungkinan berlanjutnya kondisi kering di sejumlah wilayah Kalsel.

Selain menghemat air, masyarakat juga perlu memperhatikan perkembangan informasi cuaca dan iklim dari BMKG agar dapat menyesuaikan aktivitas serta kebutuhan air selama masa peralihan musim. (Wartabanjar.com)