Daun pisang yang mungkin terlihat sepele bagi sebagian orang menjadi salah satu sumber penghasilan bagi Lu’luatun untuk menyambung hidup bersama keempat anaknya.

Tak hanya itu, ia juga terkadang membuat rujak dan asinan untuk dijual. Pekerjaan lainnya adalah mengumpulkan kain perca yang kemudian disetorkan kepada orang lain.

Ahmad mengaku tidak mengetahui secara terperinci seluruh pekerjaan yang dilakukan Lu’luatun. 

Namun, ia mengenal perempuan tersebut sebagai pribadi yang terus berusaha mencari penghasilan.

“Almarhumah pekerja keras,” katanya.

Di balik berbagai pekerjaan itu, ada empat anak yang menjadi alasan Lu’luatun terus berjuang.

Anak bungsunya masih berusia sekitar 3,5 tahun. Sementara itu, tiga anak lainnya masih bersekolah di madrasah ibtidaiyah (MI) dan tinggal di lingkungan pesantren.

Mereka masih membutuhkan perhatian, kasih sayang, serta biaya untuk menjalani kehidupan dan pendidikan.

Tumbuh Tanpa Orang Tua

Perjalanan hidup Lu’luatun ternyata tidak selalu mudah, bahkan sejak masa kecilnya.

Menurut Ahmad, kedua orang tua Lu’luatun telah meninggal ketika ia masih kecil. Ia kemudian diasuh oleh kakak dari neneknya hingga tumbuh dewasa.

Pengalaman kehilangan orang tua sejak dini menjadi bagian dari perjalanan hidup perempuan tersebut sebelum akhirnya ia sendiri harus menghadapi kehilangan suami dan membesarkan empat anak.

Meski harus bekerja keras, Lu’luatun bukan berarti sepenuhnya menjalani kehidupan tanpa bantuan. 

Keluarga dari pihak suaminya turut membantu, begitu pula pihak lain yang memberikan perhatian kepada keluarganya.

Ahmad menyebut, sejumlah pihak, termasuk pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), juga hadir memberikan perhatian kepada keluarga Lu’luatun.

Namun, di tengah dukungan tersebut, ia tetap berusaha bekerja untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Kabar meninggalnya Lu’luatun di atas sepeda motor menyisakan kesedihan bagi orang-orang yang mengenalnya.

Menurut Ahmad, berdasarkan informasi yang diketahuinya dari keluarga, Lu’luatun tidak pernah mengeluhkan penyakit yang dideritanya.

Sebelum kejadian, ia sempat membawa anak bungsunya berobat ke seorang bidan di wilayah Gombang.