Kisah Perempuan Meninggal di Atas Sepeda Motor, Sendirian Kerja Keras untuk Hidupi 4 Anak
WARTABANJAR.COM, PONOROGO - Viral seorang perempuan meninggal di atas sepeda motornya saat mengantar sang anak berobat.
Dramatisnya, perempuan bernama Lu’luatun Nikmah (38) itu sempat menepikan sepeda motor lalu menurunkan anaknya.
Lalu, ia disebutkan sempat tidak sadarkan diri kemudian meninggal dunia dalam kondisi masih di atas sepeda motor, Sabtu (17/10/2026) sekira pukul 17.00 WIB.
Berikut kisah perjuangan warga Desa Jebeng, Kecamatan Slahung, Kabupaten Ponorogo, Jatim itu menghidupi empat anaknya. Seorang diri.
Perjuangan seorang ibu untuk anak-anaknya terkadang berlangsung dalam kesunyian.
Tak banyak kata, tak ada keluhan, hanya kerja keras yang dilakukan setiap hari demi memastikan keluarga tetap bisa bertahan hidup. Itulah gambaran keseharian Lu’luatun Nikmah.
Perempuan yang meninggal dunia di atas sepeda motor di Jalan Raya Ponorogo-Pacitan itu dikenal tetangganya sebagai sosok pekerja keras yang pantang menyerah.
Sejak suaminya, Syamsuddin, meninggal dunia sekitar dua tahun lalu, Lu’luatun harus menjalani kehidupan sebagai orang tua tunggal bagi empat anaknya.
Baca Juga: Plt Ketua BEM ULM Gaungkan Bencana Asap Karhutla Kalsel di Tugu Proklamasi Jakarta
Baca Juga: Polisi Tembak Polisi di Mako Ditpoludara Pondok Cabe, Pengacara: Juga Ada Luka Kena Sajam
Beban kehidupan yang semakin berat tak membuatnya berhenti berusaha. Berbagai pekerjaan dilakukannya untuk memenuhi kebutuhan keluarga, mulai dari mengumpulkan daun pisang hingga membuat makanan untuk dijual.
Tetangganya, Ahmad Iqdam Muslihuddin, mengungkapkan bahwa Lu’luatun merupakan sosok perempuan yang mau mengerjakan apa saja selama bisa menghasilkan uang.
“Pekerja keras. Sampai cari daun pisang untuk dijual ke pedagang-pedagang juga. Semua dikerjakan,” kata Ahmad.
Di tengah keterbatasan ekonomi, Lu’luatun berusaha mencari peluang penghasilan dari hal-hal sederhana di sekitarnya.
Ia kerap mengumpulkan daun pisang untuk dijual kepada pedagang. Salah satu pelanggan tetapnya adalah pemilik warung makan yang tinggal tidak jauh dari rumahnya.