WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN - Diduga masih banyak penumpang terperangkap di dalam Kapal Virgo Transport 8 yang terbalik di perairan Laut Jawa.

Mereka diduga tidak sempat menyelamatkan diri karena sedang terlelap tidur saat kapal mendadak miring lalu terbalik di tengah malam.

Selain itu, menurut sejumlah penumpang yang telah dievakuasi, tidak terdengar bunyi alarm tanda bahaya saat kapal miring akibat terjangan ombak.

Guna memastikan kemungkinan adanya korban yang terperangkap di dalam bangkai kapal, Basarnas menyiapkan operasi khusus penyelaman.

Untuk melakukan operasi khusus itu, Basarnas sudah mendatangkan KRI Canopus milik TNI Angkatan Laut.

KRI Canopus adalah kapal survei hidro-oseanografi berteknologi tinggi yang mampu melaksanakan pemetaan laut.

Kapal ini akan mendukung operasi khusus penyelaman. 

Baca Juga: Pengakuan Penumpang Kapal Virgo: Alarm Tidak Berbunyi, Teriakan Perempuan dari Dalam Kamar

Baca Juga: Pembagian 27 Ton Beras Bapanas di Kuin Selatan Banjarmasin Tersendat, Warga Minta Kejelasan

Kepala Basarnas RI, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii mengatakan, personel yang disiapkan untuk operasi bawah air berasal dari Basarnas Special Group (BSG), Kopaska TNI AL, serta tim penyelam.

“Khusus untuk KRI Canopus, ini merupakan kapal terbaru dari TNI AL yang dimiliki oleh Pushidros. Kita berharap, dari kapal ini, kita nanti bisa melaksanakan operasi underwater dengan optimal,” ujarnya dalam konferensi pers di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin, Senin (14/9/2026).

KRI Canopus memiliki drone bawah air yang dapat digunakan untuk membantu pencarian di bawah permukaan laut.

Namun, Syafii mengatakan operasi penyelaman belum dapat dilakukan pada Senin pagi karena kondisi arus di lokasi belum memungkinkan.

“KRI Kanopus yang memiliki kemampuan untuk melaksanakan searching underwater dan sudah ada di lokasi. Namun untuk menurunkan personel-personel yang memiliki kemampuan underwater belum dilakukan karena memang kondisi arus tidak memungkinkan, sampai di jam ini belum kita turunkan,” katanya.

Pada hari kedua operasi, pola pencarian juga dipersempit dari sebelumnya delapan sektor menjadi enam sektor.