Pembagian 27 Ton Beras Bapanas di Kuin Selatan Banjarmasin Tersendat, Warga Minta Kejelasan
WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN - Kantor Lurah Kuin Selatan Kecamatan Banjarmasin Barat Kota Banjarmasin Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) tampak sepi.
Padahal pada Kamis (10/9/2026) siang itu dijadwalkan pembagian 27 ton lebih beras Badan Pangan Nasional (Bapanas).
Total ada 27.180 kilogram beras yang akan dibagikan kepada 906 Penerima Bantuan Pangan (PBP).
Itu karena di depan pintu gerbang terdapat selembar kertas putih bertulisan informasi mengenai penyaluran beras Bapanas.
"Warga Kuin, menginformasikan saat ini beras Bapang menunggu informasi dari gudang. Selanjutnya akan diinfokan ke Rt masing-masing yah untuk kedatangan beras," demikian isi tulisan di kertas itu.
Baca juga: Data Terbaru Korban Kapal Virgo: 6 Penumpang Meninggal, 100 Lebih Belum Ditemukan
Baca juga: Gubernur Kalsel Minta Seluruh Rumah Sakit Siaga Tangani Korban Kapal Virgo
Sekitar pukul 13.00 Wita, sejumlah warga yang didominasi perempuan turun dari kendaraan roda dua mereka dan langsung masuk halaman kantor.
Mereka terlihat memegang tiga lembar kertas yakni fotokopi Kartu Keluarga, KTP dan undangan penerima bantuan pangan beras periode Juli hingga Agustus 2026.
Namun beberapa saat kemudian beberapa dari mereka pulang karena tidak ada kepastian kapan beras akan dibagikan.
Salah seorang yang masih bertahan, Yasnah Akila, nekad masuk kantor dan meminta penjelasan apakah pengambilan beras bisa dilakukan Kamis siang itu atau tidak.
"Saya menyampaikan di dalam tadi kepastian kapan dibagikan. Biar ada kejelasan sehingga kami tidak asal tunggu tanpa tahu jadi atau tidak," katanya.
Sementara itu Plt Lurah Kuin Selatan, Emma Rahmawati, menerangkan penyaluran bantuan tersebut untuk tiga bulan sekaligus yakni Juli, Agustus dan September, belum bisa dilaksanakan karena beras yang harus dibagikan belum semuanya tiba di kantor.
"Untuk Kuin Selatan total ada 27.180 kilogram. Dari jumlah tersebut, separuh sudah disalurkan kepada warga, kemarin. Hari ini sisanya belum bisa dilakukan menunggu pengiriman Jasa Prima Logistik (JPL) dari Gudang Bulog," ungkap Emma.
Sementara di kantor lurah hanya ada satu pikap beras.