Data Terbaru Korban Kapal Virgo: 6 Penumpang Meninggal, 100 Lebih Belum Ditemukan
WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN - Masih ada seratus lebih penumpang Kapal Virgo Transport 8 yang belum ditemukan hingga Minggu (13/9/2026) malam.
Berdasar data yang disampaikan Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko, sudah 125 orang berhasil dievakuasi, dengan enam orang di antaranya mennggal dunia.
Sementara berdasarkan data sementara jumlah Person On Board (POB) atau manifest sebanyak 243 orang, terdiri atas 215 penumpang dan 30 awak kapal.
Dengan demikian, kata Trunoyudo, 118 orang masih belum ditemukan.
Dikatakannya, Polri bersama seluruh unsur SAR terus melakukan upaya untuk menemukan dan mengevakuasi korban yang masih dalam pencarian.
"Polri bersama Basarnas, TNI AL, KSOP, pemerintah daerah, dan seluruh unsur terkait terus bergerak secara terpadu untuk mempercepat proses pencarian di lokasi," katanya.
Berdasar pantauan Wartabanjar.com. masih banyaknya penumpang yang belum ditemukan membuat keluarga mereka memilih menginap di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin.
Kondis pelabuhan yang biasa sepi saat malam dan dini hari menjadi dipenuhi orang.
Mereka menunggu kabar terbaru dari Posko SAR juga menanti kapal yang membawa korban selamat tiba di pelabuhan.
Sekira pukul 05.00 Wita, datang Kapal SAR Laksamana 241 yang membawa satu korban selamat.
Baca Juga: Berita-berita Hilang Kontaknya Kapal Virgo di Laut Jawa
Baca Juga: "Aragon Jilid 2" Dialami Veda Ega usai Finish Posisi 18 di Moto3 San Marino 2026
Kapal Terbalik
Rabu malam juga beredar video pantauan udara dari helikopter HR-3601 Basarnas yang memperlihatkan kondisi kapal Virgo Transport 8 yang mengalami kecelakaan di perairan Laut Jawa diduga akibat cuaca buruk pada Minggu (13/9/2026) dini hari.
Dalam video itu, sebagian besar lunas Kapal Virgo terlihat jelas mengambang dan terombang-ambing di permukaan laut.
Lunas kapal adalah bagian terbawah kapal yang terendam di dalam permukaan air dan membentang dari haluan hingga buritan.
Bagian kapal yang juga dikenal dengan sebutan keel itu berfungsi sebagai tulang punggung utama kapal dalam menahan tekanan air serta beban berat dari seluruh bagian kapal.