WARTABANJAR.COM - Uni Emirat Arab (UEA) dilaporkan mengancam menarik investasi bernilai miliaran poundsterling dari Inggris, setelah Manchester City dinyatakan bersalah melanggar aturan finansial Liga Inggris.

Dampak kasus pelanggaran finansial Manchester City mulai melebar ke luar lapangan itu, mencuat melalui sejumlah media Inggris, termasuk The Telegraph dan The Independent. 

Menurut The Sun, Sabtu (03/10/2026), UEA disebut memperingatkan pemerintah Inggris bahwa putusan terhadap The Citizens, dapat memengaruhi minat mereka terhadap investasi besar di Inggris.

Salah satu proyek yang disebut terdampak adalah rencana pembangunan pusat teknologi tinggi bergaya Silicon Valley di koridor Oxford-Cambridge. Proyek tersebut sebelumnya tengah menarik minat investasi dari UEA.

Situasi ini muncul, setelah komisi independen Premier League menyatakan Manchester City bersalah, atas pelanggaran serius aturan finansial selama periode 2009/2010 hingga 2017/2018.

Dalam putusannya, komisi menyatakan Manchester City melakukan pelanggaran terkait informasi finansial, dan penggunaan kesepakatan komersial yang dinilai tidak sesuai. 

Nilai yang dipermasalahkan disebut mencapai lebih dari 900 juta poundsterling.

Baca Juga: Apapun Nasib Manchester City, Timnas Inggris Tetap Panggil Pemain The Citizens

Baca Juga: Gegara Ronaldo Pergi, Medsos Timnas Portugal Anjlok Jutaan Pengikut

Manchester City telah membantah melakukan kesalahan, dan resmi mengajukan banding terhadap putusan tersebut pada 2 Oktober 2026. Klub menilai terdapat kesalahan material dalam keputusan komisi independen.

Kabar mengenai ancaman penarikan investasi tersebut mencuat tidak lama setelah Chairman Manchester City, Khaldoon Al Mubarak, bertemu dengan Menteri Bisnis Inggris, Jonathan Reynolds, di Downing Street pada 14 September 2026.

Pertemuan itu disebut berlangsung dalam kapasitas Al Mubarak sebagai CEO Mubadala Investment Company, lembaga investasi milik Abu Dhabi. 

Menurut laporan yang dikutip media Inggris, pembahasan pertemuan tersebut berkaitan dengan investasi UEA di Inggris, dan bukan kasus Manchester City.

UEA diketahui memiliki kepentingan investasi besar di Inggris. Dalam lima tahun terakhir, investasi UEA di berbagai sektor Inggris, termasuk teknologi, pertahanan, dan ilmu hayati, dilaporkan mencapai lebih dari 30 miliar poundsterling.