Gegara Ronaldo Pergi, Medsos Timnas Portugal Anjlok Jutaan Pengikut
WARTABANJAR.COM - Megabintang Cristiano Ronaldo meninggalkan Timnas Portugal yang sedang mengikuti kompetisi UEFa Nations League.
Ronaldo pergi dari kamps pelatihan Timnas Portugal gegara tidak dimainkan pelatih Jorge Jesus saat laga melawan Norwegia.
Emosi pemain tim Liga Arab Saudi, Al Nassr itu makin memuncak setelah Jorge Jesus juga menyatakan tidak akan memainkan Ronaldo Ketika menghadapi Denmark.
Adapun hasil kedua laga Timnas Portugal tanpa diperkuat Ronaldo itu adalah kemenangan.
Menang 2-1 atas Norwegia dan taklukkan Denmark dengan skor 4-2.
Dampak sebaliknya terjadi di akun medsos Timnas Portugal.
Baca Juga: Tak Cuma Ngambek, Ronaldo Tinggalkan Timnas Portugal di UEFA Nations League
Baca Juga: Link Live Hasil Barito Putera vs Persela Liga 2 Sore Ini: Misi Hentikan Tren Positif
Jutaan pengikut langsung unfollow tidak lama usai Ronaldo mengunggah postingan kepergian dirinya dari Timnas Portugal, Rabu (30/9/2026).
Berdasar data Instrack, akun Instagram Timnas Portugal hingga Minggu (4/10/2026) pagi kehilangan pengikut sekira 2 juta.
Dari sekira 25 juta menjadi 22,9 juta pengkut dalam waktu 3 hari.
Kondisi serupa terjadi di akun X @selecaoportugal yang disebut turun sekira 4 persen.
Update terakhir, pengikutnya kini sebanyak 2 juta. dengan kini cuma punya 2 juta pengikut.
Ronaldo sendiri disebut sebagai salah satu figur di dunia ini yang memiliki pengikut terbanyak di medsos.
Di akun Instagramnya terdapat 679 juta pengikut.
Terlepas dari itu, tindakan Ronaldo mendapat dukungan dari sang kakak, Elma Aveiro.
Ia menilai seharusnya Ronaldo yang telah banyak berjasa untuk Portugal tidak mendapat perlakuan seperti itu.
"Ia pantas mendapatkan lebih banyak rasa hormat. Tim nasional pantas mendapatkan lebih banyak struktur. Jurnalisme Portugal pantas mendapatkan lebih banyak kompetensi dan lebih sedikit spekulasi," tulisnya di Instastory.
"Adapun rakyat Portugal, yah... mereka tidak pantas mendapatkan yang terbaik dalam hal apa pun. Kita iri hati, meremehkan, bodoh, dan kita pantas kembali ke keadaan biasa-biasa saja seperti sebelum era CR7 di sepakbola."
(wartabanjar.com)