Secangkir Kopi dan Obrolan Hangat Anak Muda Pelaihari Saat Belajar Berdamai dengan Perihnya Kehidupan
WARTABANJAR.COM, PELAIHARI – Suasana malam Minggu di Toko Kopi Makmoer Bersama, kawasan Pasar Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut, tampak berbeda saat puluhan anak muda berkumpul untuk meresapi arti kehidupan pada Sabtu (3/10/2026) malam.
Di seberang markas Polres Tanah Laut itu, tak ada dentuman live music atau hiruk-piruk tempat nongkrong biasa.
Sebaliknya, meja-meja kedai dipenuhi anak muda yang larut dalam diskusi hangat bertajuk Baik Bareng Vol. 2: “Berdamai dengan Perih: Ketika Hidup Nggak Sesuai Ekspektasi.”
Baca juga:Sehari Usai Dilantik, Kapolri Jenderal Suyudi Langsung Geser 19 Kapolda
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 21.00 Wita hingga 22.30 Wita ini hadir sebagai ruang aman bagi generasi muda Pelaihari.
Mereka diajak melepaskan penat, membuka luka, hingga membicarakan kenyataan pahit yang kerap dipendam sendirian.
Inisiator acara sekaligus pemilik Toko Kopi Makmoer Bersama, H. Muhammad Rahmat Hidayat, memandu jalannya sesi bersama komika sekaligus kreator konten, Thorikul Hakiki.
Diskusi dibuka tanpa sekat formalitas—siapa saja bebas menikmati kopi, camilan sambil mengobrol hingga terasa santai.
Rahmat menekankan bahwa acara ini memang sengaja dirancang untuk mengubah fungsi kedai kopi.
Tempat tersebut tak sekadar jadi lokasi menghabiskan malam, melainkan wadah bertukar gagasan dan saling menguatkan di tengah impitan ekspektasi sosial.
“Di ruangan ini, di tempat ini, kita enggak ada yang paling sok pintar, paling sok berbicara, enggak ada juga yang merasakan hidupnya paling benar,” ujar Rahmat saat menyapa para pengunjung malam itu.
Kronologi diskusi mengalir secara gradual ketika peserta diajak memutar ingatan kelima atau sepuluh tahun ke belakang.
Banyak dari mereka yang dulu membayangkan di usia saat ini sudah mencapai kemapanan karier, memiliki tabungan bernilai fantastis, menikah, atau hidup tenang.
Namun, realitas sering kali menjawab berbeda dari rencana ideal yang sudah disusun rapi.