Penyempitan dilakukan setelah titik datum atau posisi terakhir kapal dapat ditentukan. 

Pencarian kemudian difokuskan pada lokasi kapal dan area di sekitarnya yang diperkirakan menjadi titik keberadaan korban.

“Karena datum titik fix dari kapal itu sudah bisa kita tentukan, dan mudah-mudahan tidak ada pergerakan, sehingga operasi kita fokuskan kepada kapal itu sendiri,” ucapnya.

Secara keseluruhan, Basarnas mengerahkan lima pesawat udara dan 17 kapal untuk mendukung operasi pencarian.

Luas area pencarian yang dibagi menjadi enam sektor mencapai sekitar 2.600 nautical mile.

Hingga hari kedua pasca-terbaliknya Kapal Virgo, sebanyak 114 orang telah dievakuasi dari total 243 orang yang tercatat.

Sementara 6 orang lainnya meninggal dalam tragedi yang terjadi dalam pelayaran dari Surabaya ke Banjarmasin, Minggu (13/9/2026) dinihari itu. (wartabanjar.com)