WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN - Sejumlah penumpang selamat Kapal Virgo yang terbalik di perairan Laut Jawa, mengungkapkan tidak berbunyinya alarm saat kapal sudah miring.

Akibatnya, banyak penumpang terutama yang sedang tidur di dalam ruangan atau kamar yang tidak atau terlambat mengetahui kapal dalam bahaya besar yang diduga akibat terjangan ombak.

Bahkan, mereka menduga masih banyak penumpang yang terperangkap di dalam kapal yang kondisinya sudah terbalik.

Kapal Virgo Transport 8 mengalami kecelakaan dalam pelayaran dari Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Jatim menuju Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Kalsel.

Djduga kecelakaan yang mengakibatkan kapal miring lalu terbalik itu karena terjangan ombak.

"Tengah malam, sekitar pukul 00.15-an itu kapal itu mulai miring," kata Faisal di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Minggu (13/9/2026)

Setelah miring, Sebagian kapal kemudian tenggelam. Ia terus berusaha ke sisi kapal yang aman.

Ternyata kapal terus miring hingga terbalik.

"Saya terus berusaha ke bagian atas, banyak teriakan minta tolong. Suasananya gelap. Kita hanya berpikir bagaimana agar selamat," ucapnya.

Menurut Faizal, banyak penumpang yang tidak sempat menyelamatkan diri karena tidak terdengar suara alarm tanda bahaya.

"Tidak ada alarm. Kalau alarm bunyi, pasti sejak awal sudah banyak orang keluar dan lari," ucapnya.

Tidak terdengarnya suara alarm juga diungkapkan korban selamat lainnya, Ahmad Saudi.

"Tidak ada alarm. Tidak tidak ada juga petugas yang menginformasikan ke penumpang," ujarnya.

Baca Juga: Berita-berita Kapal Virgo Hilang Kontak

Baca Juga: Pembagian 27 Ton Beras Bapanas di Kuin Selatan Banjarmasin Tersendat, Warga Minta Kejelasan

Ia pun mengaku agak terlambat mengetahui karena dalam kondisi setengah tidur.

Saat mendengar suara orang berlarian, Ahmad Saudi langsung berusaha menyelamatkan diri.

Di saat beberapa orang nekat melompat ke laut, ia memilih terus memegangi tiang dan mengikuti arah miringnya kapal. 

Saat kapal sudah mulai terbalik, ia pun berusaha keluar dari badan kapal dan mencari tempat selamat.

"Beruntung saat itu keluar perahu karet dari kapal. Isinya hanya untuk 15 orang," katanya.