Penanganan Karhutla di Guntung Damar Banjarbaru Sudah Berlangsung Selama 15 Hari
WARTABANJAR.COM, BANJARBARU - Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Damar, Banjarbaru, Kalimantan Selatan telah berlangsung lebih dari 15 hari.
Dengan pembagian tugas penanganan karhutla meliputi pemadaman, pembasahan, hingga pengamanan wilayah.
Hal tersebut diungkapkan Plt. Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Kalimantan Selatan, Endarto.
Menurutnya, kawasan Gunung Damar yang menjadi wilayah penanganan memiliki luas sekitar 121,6 hektare.
Sebagian besar wilayah tersebut relatif sudah berhasil diamankan dari kebakaran hebat, meskipun masih terdapat asap dan sejumlah titik api di kawasan lain di sekitar lokasi.
“Wilayah yang kita cover sekitar 121,6 hektare. Relatif sudah bisa kita amankan. Walaupun masih ada sedikit asap, tetapi untuk kebakaran hebatnya sudah tidak ada lagi,” ujar Endarto, Banjarbaru, Rabu (9/9/2026).
Baca Juga Kebakaran Rumah di Tabalong, Balita 3 Tahun Meninggal Dunia
Baca Juga Pria Ditemukan Tewas di Banjarbaru, Polisi Ungkap Penyebab Luka di Wajah
Ia menjelaskan, titik-titik kebakaran baru saat ini berada di luar area yang sebelumnya menjadi fokus penanganan.
Karena itu, tim tetap melakukan upaya pemadaman sekaligus pembasahan untuk mencegah api kembali meluas.
“Pemadaman sifatnya langsung, begitu ada api kita padamkan. Sedangkan pembasahan menggunakan mesin-mesin pompa untuk membasahi dan merendam kawasan yang rawan terbakar,” jelasnya.
Dalam penanganannya, tim gabungan melibatkan sejumlah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), di antaranya Satpol PP dan Damkar, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Dinas Lingkungan Hidup (LH), serta unsur terkait lainnya. Penanganan juga mendapat dukungan dari aparat keamanan, TNI, Polri, dan sejumlah perusahaan pertambangan.
Endarto menegaskan, sinergi antarinstansi menjadi salah satu kunci dalam mempercepat penanganan karhutla.
Masing-masing unsur memiliki pembagian tugas, mulai dari pemadaman api, pembasahan lahan hingga menjaga kawasan yang belum terbakar.
“Kita terus berupaya, terutama menjaga wilayah yang belum terbakar. Salah satunya dengan perendaman. Kawasan yang masih hijau itu kita jaga betul supaya jangan sampai muncul titik api baru,” katanya.