WARTABANJAR.COM - Rencana menghidupkan kembali Twitter sebagai media sosial baru gagal di meja hijau, setelah pengadilan federal Amerika Serikat, melarang startup yang mengincar nama itu memakainya, setidaknya sampai perkaranya diputus. 

Putusan dijatuhkan Hakim Ketua Colm F Connolly di Pengadilan Distrik Delaware, Kamis (03/09/2026) waktu setempat. 

Isinya keputusan itu pun terbelah dua. Hakim mengabulkan permohonan X Corp, milik Elon Musk, untuk melarang startup bernama Operation Bluebird memakai merek "Twitter". 

Namun hakim menolak permohonan yang sama untuk kata "tweet" dan logo burung biru. 

Menurut hakim, Operation Bluebird kemungkinan besar bisa membuktikan X sudah berhenti benar-benar memakai merek "tweet" dan logo burungnya. 

Perusahaan itu juga dinilai tidak berniat memakainya lagi. 

Operation Bluebird adalah startup asal Virginia, AS. Platform-nya sempat diluncurkan dengan nama Twitter.now pada akhir Agustus 2026. 

Beberapa jam setelah putusan keluar, situsnya berganti nama jadi Tweet.app.

Startup ini didirikan dua pengacara. Salah satunya Stephen Coates, mantan pengacara merek dagang di Twitter, yang kini menjabat presiden Operation Bluebird. 

Baca Juga: Robot di China Ngemis di Jalanan, Minta Donasi lewat Kode QR

Baca Juga: Suami Bongkar Perselingkuhan Istri Pakai Robot Vacuum, Berujung Digugat Balik

Satu lagi Michael Peroff, pengacara yang berbasis di Illinois. 

"Mereka menyimpan namanya. Mereka melepas burungnya, dan mereka melepas tweet-nya," kata Coates dalam pernyataan resmi.

Alasan X kehilangan logo burung dan kata "tweet", justru datang dari Elon Musk sendiri. 

Pada 22 Juli 2023, Bos Tesla dan pemilik X itu menulis, perusahaannya akan "bid adieu to the twitter brand and, gradually, all the birds" (mengucapkan selamat tinggal pada merek Twitter dan, perlahan-lahan, semua burungnya). 

Sehari kemudian ia mengabarkan, logo Twitter di gedung kantornya sedang dipreteli memakai alat las.

Seperti dikutip Kompas.com dari TechCrunch, X tidak membantah bahwa pihaknya tak berniat memakai lagi dua merek tersebut.