Maknai Dua Tahun Transformasi Bandara Syamsudin Noor, Tanam Ulin hingga Bagikan Masker ke Penumpang
WARTABANJAR.COM, BANJARBARU - Memasuki tahun kedua perjalanan transformasi PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) atau InJourney Airports, manajemen Bandara Internasional Syamsudin Noor menggelar refleksi dengan doa bersama dan penanaman pohon kayu ulin, Rabu (09/09/2026).
Penanaman pohon tersebut, tidak sekadar menjadi bagian dari kegiatan lingkungan, tetapi juga berkaitan dengan sejarah Bandara Internasional Syamsudin Noor, yang sebelumnya dikenal sebagai Lapangan Terbang Ulin karenan landasan yang terbuat dari kayu ulin.
General Manager Bandara Internasional Syamsudin Noor, Stephanus Millyas Wardana, mengatakan momentum tersebut menjadi kesempatan bagi jajaran bandara, untuk merefleksikan perjalanan perusahaan, sekaligus mendoakan kondisi Kalimantan Selatan dan Indonesia.
“Pada momentum ini kami bersama-sama berdoa untuk kebaikan perusahaan, Kalimantan Selatan, dan Indonesia, agar segera pulih dari kondisi alam yang tengah terjadi,” ungkapnya.
Selain memiliki nilai sejarah, penanaman pohon ulin juga menjadi bagian dari upaya menjaga lingkungan secara berkelanjutan.
Millyas memaknai pohon tersebut sebagai pengingat, agar seluruh jajaran tetap berpijak pada nilai dasar perusahaan, terus berkembang dan memberikan manfaat.
“Kami juga melakukan penanaman Pohon Kayu Ulin sebagai pengingat untuk stay grounded, berupaya untuk terus bertumbuh, dan menjadi manfaat,” katanya.
Baca Juga: Bakal Kunjungi Banjarbaru Besok, Wapres Gibran Pantau Kondisi Karhutla
Baca Juga: Cegah Karhutla Meluas, PUPR Kalsel Perkuat Sistem Tata Air dan Pembasahan Lahan
Di tengah momentum tersebut, manajemen Bandara Internasional Syamsudin Noor juga memberikan perhatian kepada pengguna jasa yang terdampak kondisi kabut asap, akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan.
Aksi pelayanan dilakukan, dengan memberikan kudapan dan masker kepada pengguna jasa, sebagai bentuk empati atas kondisi penerbangan yang terdampak kabut asap.
“Empati kami atas kondisi penerbangan yang terdampak kepada para pengguna jasa, kami wujudkan dengan melakukan act of service melalui pemberian kudapan dan masker, demi keamanan dan kesehatan,” jelas Millyas.
Bantuan juga diberikan kepada Posko Satgas Karhutla, yang berada di dekat area bandar udara.