Cegah Karhutla Meluas, PUPR Kalsel Perkuat Sistem Tata Air dan Pembasahan Lahan
WARTABANJAR.COM, BANJARBARU - Upaya pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terus diperkuat Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).
Selain melakukan pembasahan pada kawasan rawan terbakar, Dinas PUPR Kalsel juga menjaga ketinggian muka air melalui saluran irigasi, embung, tabat hingga pintu-pintu air.
Langkah tersebut dilakukan untuk mempertahankan kelembaban lahan gambut, agar tidak mudah terbakar.
Kepala Dinas PUPR Kalsel, M Yasin Toyib melalui Kepala Seksi Irigasi dan Air Baku, Herry Ade Permana, mengatakan pembasahan sebelumnya telah dilakukan di Blok F Tegal Arum.
Sedang di Blok E dan C juga telah menunjukkan kondisi yang signifikan basah, berkat penggunaan sejumlah pompa.
“Target kita selanjutnya hari ini adalah mempersiapkan pembasahan di daerah Jalan Bandara, tepatnya di sekitar SPBU,” ujar Herry.
Menurutnya, kawasan tersebut menjadi salah satu titik yang perlu mendapat perhatian, karena berada di antara Sungai Kemuning dan jaringan drainase kawasan bandara.
PUPR Kalsel menyiapkan pola pembasahan menggunakan kombinasi kisdam atau tabat dan pompa.
Baca Juga: Jembatan Cambai Segera Difungsikan, Pembukaan Ditargetkan Awal Oktober 2026
Baca Juga: Dukung Sanitasi Sehat, PUPR Kalsel Salurkan 8 Unit Pembangunan Tangki Septik ke Desa Baringin A
“Kita akan melakukan pembasahan dengan beberapa konsep tabat atau kisdam. Dengan pola kisdam dan pompa kombinasi ini, kita mencoba menaikkan elevasi air yang ada di Jalan Bandara,” jelasnya.
Untuk mendukung langkah tersebut, sebanyak 20 unit pompa dompeng akan diturunkan untuk menyedot air, dan mempercepat proses pembasahan kawasan sekitar Jalan Bandara hingga kawasan dekat SPBU.
Herry berharap, melalui sistem pembasahan secara estafet, kawasan di sisi SPBU hingga sekitar Masjid Kapal Muzalan, dapat ikut terjaga kelembapannya.
Selain pembasahan, PUPR Kalsel juga melakukan pemeliharaan dan pendalaman embung di kawasan Guntung Damar.
Pemeliharaan tersebut telah berlangsung lebih dari satu bulan, dengan tujuan meningkatkan kapasitas dan elevasi air.