WARTABANJAR.COM, MARTAPURA - Ratusan pengurus dan anggota Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Kabupaten Banjar berkumpul untuk mendoakan almarhum H Rudy Arifin melalui zikir dan tahlil di Gedung Islamic Center Martapura, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, Rabu (9/9/2026).

Putra almarhum, H Aditya Mufti Ariffin, turut hadir mewakili keluarga dalam kegiatan tersebut.

Atas nama keluarga, Aditya menyampaikan terima kasih kepada PWRI Kabupaten Banjar dan para peserta yang telah meluangkan waktu untuk mendoakan ayahnya.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada para hadirin sekalian yang telah meluangkan waktunya hadir di sini, membacakan doa, tahlil, istighosah dan doa-doa untuk almarhum abah. Mudah-mudahan doa-doa yang dipanjatkan diterima di sisi Allah SWT,” ucapnya.

Dalam kesempatan itu, Aditya juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat apabila semasa hidupnya Rudy Arifin pernah melakukan kesalahan atau kekhilafan.

“Kalau selama beliau menjalankan tugas sebagai Bupati Banjar ataupun dalam pergaulan sehari-hari ada kesalahan dan kekhilafan, baik yang disengaja maupun tidak, kami atas nama keluarga memohon kiranya dapat dimaafkan,” ujarnya.

Aditya kemudian mengenang kondisi ayahnya sebelum meninggal dunia. Ia menuturkan, Rudy sempat mengeluhkan sesak napas dan kondisi tubuh yang kurang sehat sebelum menjalani perawatan.

Baca juga: Kemenag Kalsel Belum Terima Kronologi Dua Siswa MTs Al Furqon Banjarmasin Tewas Saat Kemah Akbar

Baca juga: Kebakaran Terjadi di Rawasari 14 Banjarmasin, Sumber Air Sulit

Atas saran dokter, almarhum kemudian dirawat di ruang ICU. Setelah sempat mendapat penanganan medis, kondisinya kembali menurun hingga akhirnya berpulang.

Sementara itu, Pengurus PWRI Kabupaten Banjar Akhmad Zakie Hafidzi mengatakan, zikir dan tahlil tersebut menjadi bentuk penghormatan sekaligus ungkapan terima kasih atas jasa dan pengabdian Rudy Arifin selama hidupnya.

“Tujuan digelarnya tahlil dan zikir ini adalah untuk mengenang kebaikan almarhum, baik semasa beliau menjabat sebagai Bupati Banjar maupun ketika bersosialisasi dan bergaul sebagai warga,” jelasnya.

Ia berharap doa yang dipanjatkan bersama menjadi amal bagi almarhum sekaligus membawa keberkahan bagi keluarga yang ditinggalkan.