Cegah Karhutla Meluas, PUPR Kalsel Perkuat Sistem Tata Air dan Pembasahan Lahan
“Embung ini sudah lebih dari satu bulan, kita lakukan pendalaman dan pemeliharaan. Tujuannya untuk menyediakan elevasi air yang cukup tinggi, sehingga helikopter water bombing bisa mengambil air di embung,” katanya.
Dengan kondisi tersebut, kawasan Guntung Damar diharapkan memiliki sumber air yang dapat mendukung penanganan karhutla, khususnya ketika diperlukan operasi pemadaman melalui udara.
Ke depan, pengelolaan tata air di kawasan rawan karhutla akan terus diperkuat. Sejumlah pintu air masih dalam proses pembangunan, untuk meningkatkan fungsi retensi dan menjaga ketinggian air di kawasan Guntung Damar.
Herry menjelaskan, persoalan utama pada lahan gambut, salah satunya berkaitan dengan turunnya elevasi tanah, yang menyebabkan lapisan gambut menjadi lebih kering. Kondisi tersebut membuat lahan semakin rentan terbakar.
“Karhutla terjadi karena turunnya elevasi tanah yang sangat signifikan, yang mengakibatkan perakaran dan gambut menjadi kering. Ini yang mesti kita jaga dengan sistem tata kelola air yang baik,” terangnya.
Menurutnya, keberadaan tabat, pintu air, saluran irigasi dan embung yang dikelola secara terpadu, menjadi bagian penting dalam menjaga kelembaban lahan.
“Dengan adanya beberapa tabat atau pintu air yang kita kombinasikan, tentu akan menjaga kelembaban tanah itu sendiri. Sehingga gambut harus tetap terjaga,” pungkasnya. (Wartabanjar.com)