Karhutla di Kalsel, Ketua Komisi II DPR RI Minta Warga Ikut Awasi Dugaan Pembakaran
WARTABANJAR.COM, MARTAPURA - Masyarakat diminta ikut mengawasi potensi pembakaran yang dapat memperparah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan.
Hal itu disampaikan Ketua Komisi II DPR RI Muhammad Rifqinizamy Karsayuda saat dimintai tanggapan sebagai legislator DPR RI asal Kalimantan Selatan terkait kondisi karhutla yang terjadi di sejumlah wilayah.
Rifqinizamy meminta masyarakat yang melihat adanya indikasi pembakaran agar segera melaporkannya kepada aparat.
“Kalau masyarakat melihat ada indikasi itu, segera laporkan,” ujarnya saat ditemui belum lama tadi.
Menurutnya, masyarakat juga dapat membantu dengan mendokumentasikan kejadian yang ditemukan di lapangan menggunakan telepon seluler.
“Sekarang kita udah punya HP. HP gunakan bisa divideo,” katanya.
Baca Juga Murid TK di Banjarmasin Tak Boleh Bawa Pulang MBG, Wajib Makan Sebelum Batas Waktu
Rifqinizamy menyebut dokumentasi video dapat menjadi salah satu alat bukti dalam proses pembuktian pidana berdasarkan KUHAP terbaru.
Ia menilai keterlibatan masyarakat diperlukan karena aparat belum tentu dapat menjangkau seluruh titik yang dicurigai.
“Kan bisa jadi aparat juga tidak menjangkau titik-titik yang kita indikasikan. Mari kita semua bekerja sama,” ucapnya.
Saat ditanya mengenai adanya dugaan pembakaran yang dilakukan pengusaha perorangan yang membakar dengan sengaja.
Rifqinizamy menyebutkan dirinya telah bertemu Kapolda Kalsel dan mendapat informasi mengenai adanya indikasi tersebut.
”Indikasinya ada dan proses itu sedang dilakukan proses,” ungkapnya.
Namun, Rifqinizamy menyebut kondisi karhutla di Kalsel masih lebih baik dibandingkan Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat, meski situasinya belum dapat dikatakan normal.
Kondisi tersebut salah satunya terlihat dari aktivitas penerbangan yang masih berjalan di Kalsel.
“Bandingkan kemarin di Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya dan Bandara Internasional Supadio Pontianak, terutama Supadio Pontianak, kemarin seluruh penerbangan di-cancel,” jelasnya.