WARTABANJAR.COM - Negara Korea Selatan berencana memberikan akses gratis AI generatif premium kepada seluruh warganya, lewat program bernama "AI for All". 

Lewat program ini, warga Korea Selatan bisa memakai AI generatif tanpa batas jumlah token. 

Token sendiri adalah satuan hitung yang dipakai layanan AI generatif, untuk mengukur panjang teks yang diproses, baik saat menerima perintah maupun menghasilkan jawaban.

Selama ini, layanan AI generatif premium biasanya membatasi jumlah token pengguna per hari atau per bulan, sebelum mengharuskan mereka membayar biaya tambahan. 

Lewat "AI for All", batasan semacam ini bakal dihapus sepenuhnya bagi warga Korea Selatan. 

Pemerintah Korea Selatan memposisikan akses AI sebagai layanan publik, setara listrik maupun air bersih.

Warga bisa memakai chatbot AI ini untuk kebutuhan sehari-hari masing-masing, mulai dari sekadar bertanya, menulis, hingga mencari informasi, layaknya memakai ChatGPT atau Claude versi berbayar tanpa perlu membayar sepeser pun. 

Layanan ini juga akan terintegrasi ke berbagai sistem pemerintahan untuk kebutuhan tertentu. 

Baca Juga: Belasan Laptop di Gamescom 2026 Berisi Game yang Belum Rilis Digondol Maling

Baca Juga: Operator Selular Wajib Patuh, Komdigi Nyatakan Sisa Kuota Internet Tak Bisa Hangus

Warga bisa memakainya untuk booking jadwal dokter, mencari rumah, hingga berkonsultasi soal pajak. 

UMKM bisa menghitung pajak dan mengecek kelayakan bantuan negara, sementara orang tua akan menerima rekomendasi materi edukasi untuk anak-anaknya.

Kementerian Sains dan TIK Korea Selatan, telah menunjuk tiga konsorsium untuk menjalankan program ini. 

Ketiganya dipimpin SK Telecom, KT, dan Kakao, tiga perusahaan teknologi dan telekomunikasi terbesar di negara itu. 

Masing-masing konsorsium akan meluncurkan aplikasi khusus, sekaligus mengintegrasikan AI ke produk-produk yang sudah dipakai warga sehari-hari. 

Pemerintah akan membagikan hingga 512 unit chip Nvidia B200 ke tiga konsorsium tersebut, sekaligus menanggung sebagian biaya operasionalnya.