WARTABANJAR.COM, MALINAU KOTA - Rendahnya jarak pandang (visibility) akibat asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) membuat penerbangan Wings Air di Bandara Kolonel Robert Atty Bessing Kabupaten Malinau Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) batal, Selasa (1/9/2026).

Jarak pandang di area bandara di bawah 5 kilometer dan tak penuhi syarat minimal keamanan penerbangan.

“Untuk saat ini, terdapat penerbangan cancel, yaitu Wings Air, karena visibility rendah di Bandara Malinau,” kata Kepala Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kolonel Robert Atty Bessing Malinau Handoko Budi Wibowo.

Baca juga: Kebakaran di Jalan Pramuka Banjarmasin, Dua Toko Ludes Terbakar

Baca juga: Sungai Barabai Dangkal dan Kerap Meluap, Pemkab HST Siapkan Pengerukan Sedimentasi

Penerbangan dengan nomor IW 1477 tujuan Balikpapan itu dijadwalkan berangkat pada pukul 10.00 Wita.

Penerbangan tersebut sebenarnya lanjutan dari rute Balikpapan–Malinau yang terbang pada pukul 08.00 Wita dan tiba di Malinau sekitar pukul 09.35 Wita.

Kondisi jarak pandang rendah juga berdampak pada penerbangan rute Malinau–Long Pujungan. 

Handoko menyebut penerbangan tersebut harus kembali ke bandara atau mengalami return to base.

“Hari ini juga terdapat penerbangan yang kembali ke bandara atau return to base untuk penerbangan Malinau–Long Pujungan. Hal ini terdampak oleh karena visibility rendah,” ungkapnya.

Airport Manager Wings Air di Bandara Kolonel RA Bessing Bayu Bainun Safinullah mengungkapkan pembatalan terpaksa diambil dengan mempertimbangkan faktor keselamatan.

Dia memperkirakan jarak pandang takkan di atas 5 kilometer dalam waktu dekat.

"Untuk penerbangan penggantinya belum bisa kami pastikan kapan. Kami masih melihat perkembangan kondisi cuaca dengan koordinasi intens dengan BMKG dan akan terus melakukan evaluasi. Kalau kondisi sudah memungkinkan untuk penerbangan yang aman, tentu akan kami operasikan kembali sesuai hasil evaluasi dan jadwal yang ditetapkan," tuturnya.

Sementara itu, sejumlah calon penumpang yang terdampak pembatalan mengaku memaklumi keputusan tersebut demi keselamatan bersama.

Salah seorang calon penumpang tujuan Balikpapan, Saputra, berharap proses keberangkatan lanjutan dapat segera diprioritaskan begitu kondisi membaik.