PAM Bandarmasih Banjarmasin Sebut Rasa Air Berubah Karena Intrusi Air Laut di Intake Sungai Bilu
WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN - PAM Bandarmasih Banjarmasin mengumumkan perubahan karakteristik rasa air akan berubah saat diterima pelanggan, Jumat (28/8/2026).
Hal ini disebabkan musim kemarau, terjadi intrusi air asin di Intake Sungai Bilu yang memengaruhi kondisi air baku dan karakteristik rasa air.
PT Air Minum Bandarmasih memastikan air yang didistribusikan tetap aman untuk dikonsumsi.
Perubahan rasa yang dirasakan pelanggan merupakan dampak dari kondisi sumber air baku saat ini.
PAM Bandarmasih terus melakukan pemantauan, secara intensif untuk memastikan kualitas pelayanan tetap terjaga.
"Kami mengucapkan terima kasih atas pengertian dan kepercayaan pelanggan, serta memohon maaf atas
ketidaknyamanan yang ditimbulkan," tulis dalam rilis.
Baca Juga: Sempat Pingsan Usai Padamkan Karhutla, Relawan Tim Serbu Api Palangkaraya Meninggal
Baca Juga: Polres Banjarbaru Dalami Penyebab Karhutla di Jalur Menuju Bandara Syamsudin Noor
Sementara itu, Direktur Utama PT Air Minum Bandarmasih, Zulbadi, mengungkapkan kondisi air baku saat ini cukup memprihatinkan.
Salah satu intake yang terdampak paling signifikan adalah Intake Sungai Bilu.
Menurut Zulbadi, Intake Sungai Bilu yang memiliki kapasitas sekitar 600 liter per detik saat ini sudah tidak dapat digunakan selama 24 jam karena kadar garam air baku telah berada di atas ambang yang dapat diolah.
“Untuk Intake Sungai Bilu itu sudah 24 jam tidak bisa kita gunakan karena kadar garamnya tinggi, di atas 300 PPM. Sebelumnya kita sempat 8 jam, 12 jam, 13 jam, 17 jam, dan sekarang sudah 24 jam,” jelas Zulbadi.
Ia menyebut kadar garam di Intake Sungai Bilu bahkan telah mencapai lebih dari 5.000 PPM.
Kondisi tersebut membuat sumber air tersebut belum dapat dimanfaatkan untuk produksi air bersih.
“Intake Sungai Bilu yang kapasitasnya 600 liter per detik itu tidak bisa kita produksi karena kadar garamnya sudah sangat tinggi di atas 5.000-an,” pungkasnya. (Wartabanjar.com)