WARTABANJAR.COM, BATOLA - Kabut asap tebal juga menyelimuti berbagai daerah di Kalimantan Selatan (Kalsel), Jumat (28/8/2026).

Para pengendara di Marabahan, Kabupaten Barito Kuala (Batola) harus saling menjaga saat kabut asap menyelimuti jalan. 

Jarak pandang yang terbatas membuat pengendara harus memperlambat laju kendaraan. 

Tampak pengendara saling mengingatkan saat menembus kabut asap jalan. 

"Ambil jalur kiri, awas ada mobil," teriak salah seorang pengendara dalam video yang diterima wartabanjar.com.

Kondisi serupa juga terjadi di Jalan Jenderal Sudirman perkantoran Pemprov Kalsel, Jalan Trikora, dan Jalan A Yani km 8 Banjarmasin. 

Baca Juga Sempat Pingsan Usai Padamkan Karhutla, Relawan Tim Serbu Api Palangkaraya Meninggal

Baca JugaPolres Banjarbaru Dalami Penyebab Karhutla di Jalur Menuju Bandara Syamsudin Noor

Kabut asap juga sempat mengganggu aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Syamsudin Noor, Banjarbaru, Rabu (26/8/2026) pagi.

Sedikitnya 10 penerbangan terdampak setelah jarak pandang di kawasan bandara turun hingga sekitar 200 meter.

General Manager Bandara Internasional Syamsudin Noor, Stephanus Millyas Wardana menjelaskan, gangguan mulai terjadi setelah kabut asap semakin tebal sekitar pukul 06.30 Wita.

“Catatan kami itu ada sekitar 10 penerbangan, enam keberangkatan dan empat kedatangan yang terdampak,” ujarnya.

Enam penerbangan keberangkatan yang terdampak meliputi rute Banjarmasin-Semarang, Surabaya, Jakarta, Samarinda, Yogyakarta dan Pontianak dengan jadwal keberangkatan mulai pukul 06.50 hingga 07.50 Wita.

Sementara empat penerbangan kedatangan berasal dari Surabaya, Balikpapan dan Jakarta dengan jadwal kedatangan mulai pukul 07.55 hingga 09.10 Wita.

Stephanus mengatakan kondisi jarak pandang sebelumnya masih memungkinkan pesawat untuk beroperasi.

“Visibility itu kalau pagi itu di 1.500 meter. Laporan inspeksi pagi itu ada di 1.500, makanya dua pesawat bisa terbang,” katanya. (Wartabanjar.com)