“Berdasar keterangan sejumlah saksi, peristiwa bermula ketika korban diduga tidak terima setelah mendapat teguran dari salah seorang terduga pelaku berinisial RA. Persoalan tersebut kemudian berlanjut saat korban mengajak RA untuk berkelahi satu lawan satu di belakang lingkungan SMA Unggul,” ucap Julpandi. (wartabanjar.com/berbagai sumber)