WARTABANJAR.COM, JAKARTA - Beberapa perkantoran memberlakukan sistem WFH (work from home/kerja dari rumah) untuk karyawannya sebagai dampak bakal berlangsungnya Demo 27 Agustus, Kamis (27/8/2026) hari ini.

Sejumlah kelompok massa, terutama AMPB (Aliansi Masyarakat Pati Bersatu) yang dikoordinir Supriyono alias Botok, memastikan akan turun ke jalan melakukan aksi di depan Gedung DPR RI, Jakarta.

Kelompok AMPB ini sudah berada di Jakarta sejak beberapa hari lalu, bahkan mendirikan posko konsolidasi dan penggalangan logistik demo di depan Gedung parlemen.

Mereka menyuarakan dua tuntutan yakni mendesak segera disahkannya RUU Perampasan Aset dan hukuman mati bagi koruptor.

Selain AMPB, kabarnya juga akan demo oleh tiga kelompok massa lain.

Informasi yang dihimpun pers, sebagai bentuk antisipasi terhadap dampak demo yang bakal diikuti ribuan orang itu, sejumlah perusahaan dan perkantoran di kawasan Sudirman dan Semanggi hingga Bendungan Hilir menerapkan WFH.

Bahkan, ada perusahaan yang terpaksa meliburkan karyawannya karena aktivitas kerjanya tidak bisa dilakukan secara WFH.

Meski demikian ada juga perusahaan yang tetap meminta karyawannya bekerja tetapi pulang lebih cepat dari biasanya.

Baca Juga: Skandal Pejabat: Kabiro Mundur karena Video Mesum, Kepala Inspektorat Hubungan Sesama Jenis

Baca Juga: Sosok Botok Pati Viral di Medsos, dari Aktivis Jalanan Lokal ke Panggung Nasional

Bagaimana dengan aktivitas di Gedung DPR yang menjadi sasaran aksi massa?

Anggota DPR, Ahmad Doli Kurnia, menyatakan aktivitas di gedung parlemen berjalan seperti biasa.

"Masih normal saja. Tetap ada undangan rapat di Baleg setelah Paripurna," kata politisi Partai Golkar ini.

Ia menilai wajar bila ada kelompok masyarakat yang menggelar aksi di depan Gedung DPR.

Namun, Doli berharap aksi berlangsung tertib dan tidak anarkitis.

Saat dihubungi sore kemarin, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan ada surat pemberitahuan aksi di kawasan Gedung DPR RI pada Kamis (27/8/2026).